Amran Umumkan Kabar Baik ke Peternak Ayam Petelur, Tunggu 3 Hari Lagi
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh diganggu meski ada persoalan yang muncul di lapangan. Menurutnya, jika ada praktik korupsi dalam program tersebut, pelakunya harus ditindak tegas hingga dipenjara.
Amran mengatakan, MBG justru menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus penyerap hasil produksi petani dan peternak, termasuk telur ayam yang belakangan harganya sempat anjlok di tingkat peternak.
"Bener logis nggak? Jadi MBG ini jangan diganggu. Ini adalah motor penggerak ekonomi di desa. Ada salah, iya, itu yang kita perbaiki. Ada korupsi ditangkap, kita tangkap. Kita masukkan penjara. Dan itu komitmen Bapak Presiden (Prabowo Subianto). Logis nggak?" kata Amran dalam Dialog Swasembada Pangan yang disiarkan langsung melalui YouTube resmi Kementan, Rabu (13/5/2026).
Ia menyampaikan, pemerintah sudah meminta Badan Gizi Nasional (BGN) menambah porsi konsumsi telur dalam menu MBG guna menyerap produksi peternak dan mengangkat harga telur mendekati Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah Rp26.500 per kg di tingkat produsen, dan maksimal Rp30.000 per kg di tingkat konsumen.
Foto: Peternak ayam ras petelur mengumpulkan telur di Peternakan Bumdes Karya Mandiri, Kalisuren, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5/2026). Pelaku usaha peternakan kini menghadapi tekanan ganda akibat lonjakan harga pakan di tengah anjloknya harga jual telur dan ayam hidup di tingkat peternak. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) |
"Inilah hebatnya MBG. MBG itu adalah off-taker produksi petani, 160 juta petani. Ini menjadi off-taker. Kami sudah minta ke Pak kepala BGN, konsumsi telur ditambah yang dulu satu kali satu minggu, tambah menjadi dua kali. Insyaallah mungkin satu minggu ke depan, atau 5 hari, atau 3 hari, langsung naik lagi harganya (mendekati HAP). Karena 60 juta orang konsumsi," ujarnya.
Menurut Amran, pola serapan lewat MBG sebelumnya juga pernah dilakukan saat harga telur ayam sempat turun. Ketika itu, frekuensi menu telur ditambah sehingga permintaan meningkat dan harga kembali terangkat.
"Dulu pernah agak turun, langsung tambah (menu telur), yang dulu satu kali konsumsi telur dalam satu minggu jadikan dua kali. Kalau belum (balik juga harganya ke HAP), jadikan tiga kali (menu telur dalam seminggu di MBG)," jelas dia.
Amran juga membantah anggapan program MBG dijalankan untuk kepentingan politik. Ia menilai, program tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.
"Anak-anak bergizi. Ini investasi jangka panjang. Kalau segi politik itu tidak menguntungkan. Kenapa? Anak dalam kandungan belum punya hak suara (di Pilpres)," pungkasnya.
(wur) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]
Foto: Peternak ayam ras petelur mengumpulkan telur di Peternakan Bumdes Karya Mandiri, Kalisuren, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/5/2026). Pelaku usaha peternakan kini menghadapi tekanan ganda akibat lonjakan harga pakan di tengah anjloknya harga jual telur dan ayam hidup di tingkat peternak. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)