MARKET DATA

Piala Dunia Tak Ngefek, Penjualan TV-Set Top Box di Glodok Sepi

Elga Nurmutia,  CNBC Indonesia
30 June 2026 12:05
Pedagang elektronik di Glodok sepi pembeli. (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia)
Foto: (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Euforia Piala Dunia 2026 begitu terasa di kalangan masyarakat, mengingat tingginya aktivitas menonton pertandingan sepak bola melalui TV. Sayangnya, ajang Piala Dunia ternyata tidak memberi dampak signifikan terhadap para penjual set top box (STB) maupun TV yang ada di Pasar Glodok, Jakarta.

Sebagai informasi, STB adalah perangkat tambahan yang berfungsi untuk mengubah sinyal digital menjadi gambar dan suara. Dengan adanya STB, TV analog dapat menangkap sinyal dari siaran TV digital tanpa perlu membeli TV baru.

Salah satu pedagang elektronik di Harco Glodok, Iwan mengaku tidak banyak yang membeli STB di tempatnya. Pasalnya, saat ini kebanyakan orang sudah mempunyai TV digital setelah siaran TV analog dihentikan 2022 lalu.

"Enggak juga ya, sekarang udah pada beli TV digital itu, dulu waktu pertama (penghentian siaran TV analog) ya banyak. Kalau sekarang enggak begitu," ungkap Iwan saat ditemui oleh CNBC Indonesia, Senin (29/6/2026).

Bahkan, ia menyadari omzet penjualan barang elektronik lainnya pun anjlok. Para pengunjung sudah mulai jarang mencari barang elektronik secara langsung ke toko, mengingat saat ini banyak toko online yang menawarkan barang tersebut dengan harga murah.

Melihat kondisi tersebut, Iwan pun mengurangi stok barang elektronik di tempatnya. Di samping itu, Iwan memandang, saat ini masyarakat cenderung memilih membeli alat elektronik yang bisa digunakan sehari-hari saja, seperti lampu bohlam.

Pada saat yang sama, Eko juga mengaku Piala Dunia 2026 tidak berpengaruh terhadap penjualan STB maupun TV di tempatnya. Sebab, barang-barang elektronik harganya tergolong volatil. Sebagai contoh, harga DVD player ataupun TV bisa naik Rp 100-300 ribu.

"Sekarang ajang Piala Dunia enggak ngaruh, (ketika ada ajang Piala Dunia) dulu pasti banyak yang cari TV gede ini lah. Sekarang emang kan kena krisis juga mungkin ya, jadi udah enggak penting (membeli TV baru)," jelas dia.

Meski demikian, Eko tetap memilih berjualan barang-barang elektronik secara offline di Glodok. Sebab, para pengunjung bisa melihat langsung barangnya dan meminimalisir risiko penipuan. Dia mengaku, jika menggunakan platform marketplace biaya adminnya tergolong mahal.

(dce) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pedagang Jersey di Tanah Abang Bangkit dari Kubur Jelang Piala Dunia


Most Popular
Features