Purbaya Injeksi Himbara Rp281 T, Kredit Akan Tetap Tumbuh Double Digit

chd, CNBC Indonesia
Selasa, 30/06/2026 09:30 WIB
Foto: Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Sufmi Dasco Ahmad memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Senin (29/6/2026). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonom membeberkan sejumlah dampak dampak positif dari kembalinya dana pemerintah di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) ke pertumbuhan kredit dan ekonomi Indonesia.

Seperti diketahui, pemerintah telah berkomitmen untuk menyuntikkan dana kembali ke Himbara sebesar Rp 281 triliun. Keputusan ini diumumkan oleh Wakil Menteri Keuangan Juda Agung kemarin, Senin (29/6/2026).


Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan penempatan kembali dana pemerintah ke bank Himbara dapat membantu menjaga pertumbuhan kredit pada semester kedua 2026 hingga tumbuh dua digit.

"Dari sisi kredit, kebijakan ini dapat membantu menjaga pertumbuhan kredit semester II 2026 tetap dua digit, tetapi tidak otomatis membuat kredit melesat," kata Josua kepada CNBC Indonesia, dikutip Selasa (30/6/2026).

Perbankan juga akan tetap memantau permintaan kredit, kualitas debitur, risiko sektor usaha, nilai jaminan, dan prospek ekonomi.

"Data Mei 2026 menunjukkan kredit tumbuh 10,8%, meningkat dari 9,4% pada April 2026, sehingga mesin kredit masih berjalan," lanjut Josua.

Josua menambahkan dari sisi ekonomi, penempatan dana pemerintah ke bank Himbara turut membantu menjaga pertumbuhan di 5%, meski kebijakan ini bukan menjadi penentu tunggal.

"Kebijakan ini membantu menjaga ekonomi tetap tumbuh di atas 5%, tetapi bukan penentu tunggal. Dampaknya bekerja melalui penurunan tekanan biaya dana, stabilisasi likuiditas bank, dan kelancaran kredit ke sektor riil. Namun, pertumbuhan di atas 5% tetap bergantung pada daya beli rumah tangga, belanja pemerintah, investasi swasta, stabilitas rupiah, inflasi pangan, harga energi, dan kepercayaan pelaku usaha," jelas Josua.

Sementara itu Ekonom BCA David Sumual mengatakan adanya penempatan dana pemerintah di bank Himbara dapat mendorong pertumbuhan kredit.

"Tentunya dengan penempatan dana ini, perbankan, terutama Himbara, dapat mendorong pertumbuhan kredit terkait program pemerintah. Kuncinya tinggal seberapa besar nanti multiplier effect yang tercipta dari pertumbuhan kredit sektor ini, ke pertumbuhan kredit sektor-sektor lainnya," kata David.

David menambahkan apabila kebijakan ini cukup baik, seperti berhasil menciptakan lapangan kerja, tentunya bisa mendorong pertumbuhan kredit yang lebih luas, di bank lainnya dan di sektor lainnya.

David menambahkan, kebijakan penempatan dana ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun kebijakan ini hanya mendorong sebagian kecil saja.

"Kontribusi konsumsi rumah tangga dalam PDB Indonesia yang cukup besar mampu menjadi buffer angka pertumbuhan, minimal tetap diatas 2.5-3.5%. Namun, banyak faktor lain tetap diperlukan untuk mendorong pertumbuhan PDB riil bisa stabil di atas 5%," terang David.

Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang stabil, menurutnya, perlu investasi yang cukup kuat dari dalam dan luar negeri serta menciptakan lapangan kerja yang luas.

"Untuk mencapai kondisi ideal ini tentunya dibutuhkan lebih dari injeksi likuiditas dan pertumbuhan kredit," ujar David.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: DHE Masuk Himbara, Pemerintah Bidik Penguatan Ekonomi Nasional