Bauran Energi Baru Terbarukan RI Ternyata Sudah Sampai 18,3%
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memompa peningkatan bauran energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Sampai saat ini, realisasi bauran EBT sudah mencapai 18,3%.
Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan capaian bauran energi sebesar 18,3% berasal dari kontribusi sektor ketenagalistrikan maupun non ketenagalistrikan.
"Untuk energi baru terbarukan ini memang kalau kita melihat pertumbuhannya sudah tumbuh sampai dengan 18,3%. Jadi bauran kita itu sudah di atas dari 18%. 18,3% ini terdiri dari apa? Dari ketenagalistrikan dan non-ketenagalistrikan," ujarnya dalam acara Energy Forum CNBC Indonesia, Jakarta dikutip Selasa (30/6/2026).
Eniya menilai, capaian tersebut telah memenuhi target Rencana Strategis (Renstra) Kementerian ESDM tahun ini yang berada pada kisaran 17-21 persen. Meski demikian, pemerintah menargetkan bauran EBT terus meningkat guna memperkuat ketahanan energi nasional.
"Tahun ini kita sudah tercapai nih, renstra-nya itu sekarang di rentang 17 sampai 21%, kita sudah di 18,3%. Kita ingin lebih resilience lagi. Nah, upaya untuk mendongkrak itu ada strategi pemerintah untuk menaikkan bauran energi ini," kata dia.
Adapun, guna mencapai target tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi, di antaranya memperluas implementasi mandatori biodiesel, mempercepat pembangunan PLTS berkapasitas 100 gigawatt (GW), serta mendorong penggunaan kompor listrik dan konversi kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik.
Seain itu, pemerintah juga mulai memperluas pemanfaatan bahan baku bioenergi dari berbagai jenis tanaman, tidak hanya kelapa sawit.
"Lalu ada tanaman yang lain lagi seperti kelapa begitu untuk bio avtur. Jadi ke depan akan banyak sekali potensi kita menaikkan lifting minyak dari tanaman. Nah, sekaligus program efisiensi energi juga kita tingkatkan. Kita ingin masyarakat kita itu menggunakan energi secara bijak, jadi secara smart," kata Eniya.
(pgr/pgr) Add
source on Google