MARKET DATA

Ada Ancaman PHK Massal Besar-besaran, Bos Buruh Desak Pemerintah Ini

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
26 June 2026 14:02
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea. (Dok. Tangkapan Layar)
Foto: (Dok. Tangkapan Layar)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ancaman pemutusan hubungan kerja tengah terjadi di sektor manufaktur. Persoalan mahalnya gas industri disebut-sebut menjadi biang kerok dan menjadi perhatian hingga pertemuan antara pemerintah dan serikat buruh. Pemerintah juga telah menyiapkan mekanisme koordinasi lintas kementerian untuk mempercepat penanganan persoalan ketenagakerjaan.

"Rapat tadi berjalan sangat efektif karena memang konfederasi KSPSI yang saya pimpin paling terdampak besar. Sebanyak 55 ribu pekerja sudah terancam di depan mata dan satu perusahaan, PT Granitog, sudah tutup," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, Jumat (26/6/2026).

Koordinasi antar kementerian menjadi faktor penting agar setiap kebijakan dapat segera diimplementasikan. Karena itu, pembentukan Satgas PHK diharapkan mampu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang memicu ancaman pemutusan hubungan kerja.

"Hari ini teman-teman pers banyak bertanya siapa Ketua Satgas PHK. Ketua Satgas PHK itu adalah Pak Mensesneg," ujar Andi Gani.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea. (Dok. Tangkapan Layar)Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea. (Dok. Tangkapan Layar) Foto: (Dok. Tangkapan Layar)

Penunjukan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama para pimpinan organisasi buruh. Dengan demikian, komunikasi dan pengambilan keputusan lintas kementerian diharapkan dapat berlangsung lebih efektif.

"Karena kami juga yang meminta para pimpinan buruh sepakat supaya efektif dalam komunikasi lintas sektoral kementerian," sebutnya.

Ia berharap keputusan yang segera diambil dapat mengurangi potensi gelombang PHK dalam waktu dekat.

"Karena itu kepada teman-teman buruh yang saat ini sedang menantikan hasil pertemuan ini saya pastikan pemerintah berada di pihak buruh dan juga pengusaha, win-win solution, dan mudah-mudahan hari Senin sudah ada keputusan mengenai gas industri dan RKAB," kata Andi Gani.

(fys/wur) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 55.000 Buruh RI Terancam Kena PHK Massal, Ini Janji Pemerintah


Most Popular
Features