Dasco Bilang Perang di RI Baru Dimulai, Apa Maksudnya?

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Selasa, 23/06/2026 18:35 WIB
Foto: Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KSPI 2026 di Jakarta, Selasa (23/6/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Jakarta CNBC Indonesia - Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mulai membayangi sejumlah sektor industri menjadi perhatian serius pemerintah dan kalangan pekerja. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengingatkan, Indonesia tengah menghadapi tantangan baru yang dampaknya bisa langsung dirasakan dunia usaha maupun tenaga kerja.

Menurut Dasco, situasi ekonomi nasional saat ini tidak dapat dipisahkan dari dinamika geopolitik internasional. Ketegangan yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk konflik antara Amerika Serikat dan Iran, dinilai membawa konsekuensi terhadap iklim investasi, aktivitas industri, hingga potensi pengurangan tenaga kerja.

"Pada saat ini memang situasi negara ini sangat terpengaruh terhadap perkembangan di global. Perang Amerika-Iran memang kemudian sudah mencapai titik mungkin perdamaian. Tapi di negara kita, ini perang baru dimulai. Perang terhadap, tadi, perang terhadap PHK, yang karena efek dari perang global kemudian merembet ke negara kita. Perang bagaimana kita kemudian sama-sama menjaga supaya kepercayaan investor luar tetap terjaga," kata Dasco dalam Rakernas KSPI 2026 di Jakarta, Selasa (23/6/2026).


Ia menilai tantangan terbesar saat ini bukan hanya menjaga pertumbuhan ekonomi, melainkan memastikan aktivitas investasi tetap berjalan sehingga tidak memicu gelombang PHK yang lebih luas. Karena itu, Dasco mengajak pemerintah, dunia usaha, dan kalangan buruh untuk menjaga stabilitas nasional di tengah tekanan global.

"Supaya apa? Supaya juga kemudian kesejahteraan buruh dan PHK tidak terjadi. Perang terhadap bagaimana kita sama-sama kompak menjaga sumber daya alam kita supaya tidak dirampok, tidak dicurangi, supaya bisa berbuat, supaya bisa bermanfaat untuk bangsa dan negara kita," ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran kalangan pekerja terhadap ancaman PHK di sejumlah sektor manufaktur. Sebelumnya, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea melaporkan adanya potensi PHK terhadap sekitar 55 ribu pekerja industri keramik di Bekasi yang disebut dipicu persoalan harga gas industri.

Meski mengakui tekanan global memberi dampak nyata terhadap dunia usaha, Dasco menegaskan kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam posisi yang kuat. Ia menilai ada pihak-pihak yang memanfaatkan sentimen global untuk membangun persepsi negatif terhadap kondisi ekonomi nasional.

"Fenomena akhir-akhir ini ada yang memanfaatkan isu global, dampak dari global itu kemudian untuk membuat kita tidak stabil," kata Dasco.

"Kita fundamental ekonomi kita kuat, fiskal kita kuat, tapi kemudian digoreng seolah-olah bahwa kita ini adalah negara yang sedang mengalami saat-saat keruntuhan, padahal tidak demikian," lanjutnya.

Karena itu, ia meminta kalangan buruh tetap menjaga soliditas dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memperburuk situasi. Stabilitas ekonomi dan politik menjadi faktor penting untuk mempertahankan investasi dan membuka ruang penciptaan lapangan kerja baru.

"Oleh karena itu, saya minta kepada teman-teman buruh sekalian, kita harus bersatu, kita harus kompak menjaga pemerintahan, menjaga rakyat kita bersama-sama, menjaga kekompakan buruh untuk kesejahteraan kita semuanya," ujarnya.


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

IHSG Bangkit, Tinggal Taklukkan 'Tembok Terakhir Menuju Fase Bullish