MARKET DATA

Buruh Ungkap 15.425 Orang Kena PHK di 2026, Sebut Nama Perusahaannya

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
19 May 2026 14:40
Massa buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Ketenagakerjaan RI, Jakarta, Kamis (7/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Massa buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Ketenagakerjaan RI, Jakarta, Kamis (7/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyebut ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) yang sebelumnya diperingatkan kini mulai terjadi di berbagai daerah industri. KSPI mencatat gelombang PHK muncul di sektor manufaktur hingga industri padat karya, sudah masuk laporan PHK dari sejumlah perusahaan anggota KSPI dalam beberapa pekan terakhir.

"Sejak beberapa bulan yang lalu, KSPI sudah mengingatkan akan adanya ancaman PHK di bawah bayang-bayang perang. KSPI sudah mengingatkan akan ada potensi 9.000 orang pekerja yang akan kehilangan pekerjaan atau ter-PHK di 10 perusahaan dalam tiga bulan ke depan," kata Wakil Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Kahar S. Cahyono dalam konferensi pers, Selasa (19/5/2026).

Saat ini laporan PHK mulai berdatangan dari sejumlah wilayah industri seperti Bogor, Serang, hingga Sidoarjo. Beberapa perusahaan disebut telah melakukan PHK dengan jumlah pekerja mencapai ratusan orang.

Kahar menyebut di Kabupaten Serang terdapat PHK di PT Nikomas dengan jumlah pekerja terdampak mencapai 279 orang. Selain itu, terdapat PHK di PWI 2 sebanyak 223 orang dan PT Sin Han Babis sebanyak 176 orang. Sementara di Jawa Timur, PHK terjadi di PT dan CV Toyota Asri Motor dengan jumlah pekerja terdampak sekitar 200 orang.

"PHK itu saat ini sudah mulai ada. Jadi ini bukan lagi menjadi potensi karena sudah ada laporan yang masuk bahwa PHK itu saat ini sudah mulai terjadi," ujarnya.

Massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Ketenagakerjaan RI, Jakarta, Kamis (7/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Foto: Massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Ketenagakerjaan RI, Jakarta, Kamis (7/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Adapun Kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah pekerja terdampak PHK mencapai 15.425 orang sepanjang Januari hingga April 2026. Lonjakan PHK terjadi hanya dalam satu bulan terakhir.

"Di bulan Januari hingga Maret itu jumlah yang ter-PHK ada 8.389 orang. Dan di bulan April itu ada peningkatan jumlah orang yang ter-PHK mencapai 7.036 orang atau setara dengan 83,9% hanya dalam rentang waktu satu bulan," katanya.

Selain tekanan geopolitik, KSPI menilai kenaikan harga BBM industri menjadi faktor utama yang mendorong perusahaan melakukan efisiensi. Kenaikan biaya energi dinilai berdampak langsung terhadap ongkos produksi perusahaan.

"Ketika BBM industri itu meningkat, maka otomatis ongkos dari produksi juga akan naik. Dan ketika ongkos produksi naik, perusahaan akan melakukan efisiensi dan salah satu korbannya adalah para pekerja karena mereka akan kehilangan pekerjaan," kata Kahar.

Ia juga menyoroti pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang membuat biaya impor bahan baku melonjak. Menurut KSPI, kondisi tersebut memperberat beban perusahaan manufaktur yang masih bergantung pada bahan baku impor.

"Nah lagi-lagi, ketika harga bahan baku yang didapatkan melalui impor itu naik, maka ongkos produksi akan naik dan imbasnya adalah perusahaan melakukan efisiensi dengan cara melakukan PHK terhadap para pekerja," katanya.

(fys/wur) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Siap-Siap! Buruh Mau Demo Besar-besaran, Berserak di Kota-Kota RI Ini


Most Popular
Features