KUR Perumahan 2026 Ditambah Jadi Rp 50 Triliun, Ini Kata Menteri Ara
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan kembali naik seiring penyalurannya yang cukup baik.
Menteri yang kerap disapa Ara ini mengatakan alokasi KUR Perumahan untuk 2026 naik menjadi Rp50 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp36 triliun.
"Kita naikkan alokasi KUR Perumahan, dari tadinya Rp36 triliun, hari ini diputuskan oleh Menko Airlangga menjadi Rp50 triliun. Jadi artinya program Presiden Prabowo ini sangat berhasil," kata Ara saat ditemui wartawan di Kemenko Perekonomian, Senin (22/6/2026).
Ara mengatakan kenaikan plafon KUR perumahan tersebut karena penyaluran telah mencapai Rp19,2 triliun atau sebesar 54,6% per 20 Juni 2026.
"Jadi ini sama saja dengan 54,6% pencapaian. Ini tadi dinaikkan plafonnya karena memang kami sampai 20 Juni itu, realisasinya sudah mencapai Rp19,2 triliun," lanjut Ara.
Selain itu, ia mengungkapkan bunga atau kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi tetap 5 persen meski suku bunga acuan atau BI Rate telah naik.
"Inilah program yang sangat pro rakyat dari Presiden Prabowo, sampai hari ini, pemerintah tetap mempertahankan bunganya 5%, DP-nya 1%. Artinya itu kita tetap," jelasnya.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]