MARKET DATA

Muncul Isu Gangguan Pasokan Batu Bara Saat Pemadaman Listrik Bergilir

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
19 June 2026 15:35
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kunjungi kantor Kemenko Perekonomian. (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)
Foto: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kunjungi kantor Kemenko Perekonomian. (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan adanya hambatan pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik PT PLN (Persero) di tengah isu pemadaman listrik bergilir di beberapa wilayah.

Pemerintah melakukan evaluasi untuk memastikan ketersediaan energi primer tetap terjaga agar pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa saat ini terdapat kekurangan pasokan sekitar 18 hingga 20 juta ton batu bara dari total kebutuhan tahunan nasional sebesar 154 juta ton. Dia menegaskan otoritas energi tengah mencari solusi teknis terkait ketersediaan batu bara kalori menengah yang dilaporkan mulai mengalami penurunan kualitas secara alami.

"Yang jelas untuk sampai dengan bulan Juni tadi kita sudah rapat itu ada kendala memang sedikit terhadap batu bara yang medium kalori yang 5.200. Kita kan tahu bahwa sekarang kan kalori batu bara kita ini kan semakin hari kan semakin rendah. Nah ini yang kita lagi cari solusinya. Tapi secara yang lainnya enggak ada masalah overall," ujarnya ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, dikutip Jumat (19/6/2026).

Berdasarkan data Kementerian ESDM, total kebutuhan batu bara PLN untuk tahun 2026 mencapai 154 juta ton, namun hingga saat ini volume yang terikat kontrak baru menyentuh angka 134 juta ton. Pemerintah terus memacu sinkronisasi data agar kekurangan tersebut segera terpenuhi melalui koordinasi intensif dengan para produsen tambang dalam negeri.

"Batu baranya pun dari total kebutuhan 154 juta PLN pada tahun 2026, kita sudah PLN sudah melakukan kontrak 134 juta. Jadi tinggal kurang lebih sekitar 18 sampai20 juta yang belum. Jadi overall enggak ada masalah," kata Bahlil.

Memang, pemadaman listrik bergilir dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah pada Jumat (19/6/2026). Mulai dari wilayah Tangerang Selatan, Depok, hingga kawasan Universitas Indonesia (UI).

Sejumlah warganet mengaku listrik baru kembali menyala setelah padam selama dua hingga tiga jam, sementara sebagian lainnya menyebut listrik masih belum pulih hingga sore hari.

"Mati (listrik) dari jam 8 sampai sekarang belum nyala," tulis pengguna @hrsdty dikutip Jumat (19/6/2026).

Sementara itu, pengguna lainnya mengaku listrik di wilayahnya telah padam selama lebih dari tiga jam sehingga mengganggu berbagai aktivitas sehari-hari.

"Mati sudah 3 jam lebih, urusan jadi kacau," tulis pengguna @melonpea01.

PLN Buka Suara

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto menjelaskan langkah tersebut dilakukan karena adanya kendala teknis operasional pembangkit. Selain itu, terdapat dua unit pembangkit besar yang mengalami gangguan sehingga tidak dapat beroperasi sementara waktu dan menyebabkan kemampuan pasokan listrik sistem Jawa menurun.

"PLN terus berkerja sama melakukan percepatan pemulihan, mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain, serta melakukan pengaturan operasi sistem guna menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik serta meminimalkan dampak kepada pelanggan," ujar Gregorius dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026).

Ia lantas menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat pemadaman tersebut. Adapun, manajemen beban ini bersifat sementara dan akan segera dihentikan secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi pasokan sistem.

(ven/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pembangkit PLN Kekurangan Batu Bara 20 Juta Ton, Begini Langkah Bahlil


Most Popular
Features