MARKET DATA

Ada Pemadaman Listrik Bergilir, Ini Penjelasan PLN

Verda Nano Setiawan ,  CNBC Indonesia
19 June 2026 14:23
Tampak udara Gedung PLN Kantor Pusat di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Dok. PT PLN (Persero))
Foto: Tampak udara Gedung PLN Kantor Pusat di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Dok. PT PLN (Persero))

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemadaman listrik bergilir dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah pada Jumat (19/6/2026). Mulai dari wilayah Tangerang Selatan, Depok, hingga kawasan Universitas Indonesia (UI).

Warga pun mulai ramai mengeluhkan padamnya listrik. Pantauan di media sosial X menunjukkan banyak pengguna melaporkan listrik padam sejak pagi hingga siang hari.

Sejumlah warganet mengaku listrik baru kembali menyala setelah padam selama dua hingga tiga jam, sementara sebagian lainnya menyebut listrik masih belum pulih hingga sore hari.

"Mati (listrik) dari jam 8 sampai sekarang belum nyala," tulis pengguna @hrsdty dikutip Jumat (19/6/2026).

Sementara itu, pengguna lainnya mengaku listrik di wilayahnya telah padam selama lebih dari tiga jam sehingga mengganggu berbagai aktivitas sehari-hari.

"Mati sudah 3 jam lebih, urusan jadi kacau," tulis pengguna @melonpea01.

Menanggapi kondisi tersebut, PT PLN (Persero) menyampaikan bahwa sistem kelistrikan Jawa saat ini masih beroperasi dan terkendali. Namun untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan, perusahaan melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto menjelaskan langkah tersebut dilakukan karena adanya kendala teknis operasional pembangkit. Selain itu, terdapat dua unit pembangkit besar yang mengalami gangguan sehingga tidak dapat beroperasi sementara waktu dan menyebabkan kemampuan pasokan listrik sistem Jawa menurun.

"PLN terus berkerja sama melakukan percepatan pemulihan, mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain, serta melakukan pengaturan operasi sistem guna menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik serta meminimalkan dampak kepada pelanggan," ujar Gregorius dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026).

Ia lantas menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat pemadaman tersebut. Adapun, manajemen beban ini bersifat sementara dan akan segera dihentikan secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi pasokan sistem.

(ven/ven) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Mati Listrik Merembet ke Kawasan Industri, Pengusaha Surati Bahlil-PLN


Most Popular
Features