Takbir! Haji Jadi Penyelamat Arab Saudi dari "Korban" AS-Iran
Jakarta, CNBC Indonesia - Arab Saudi mengaku mampu menahan tekanan terhadap sektor pariwisatanya di tengah dampak perang Iran. Tingginya kunjungan wisatawan selama Ramadan dan musim haji tahun ini menjadi faktor utama yang menopang sektor tersebut.
Menteri Pariwisata Arab Saudi Ahmed Al-Khateeb mengatakan kinerja pariwisata domestik dan wisata religi menjadi penopang utama industri tersebut meski kawasan Timur Tengah menghadapi gejolak dalam beberapa bulan terakhir.
"Kami diberkati karena Arab Saudi adalah negara yang sangat besar, dan orang-orang datang ke sini karena berbagai alasan, salah satunya adalah alasan keagamaan," kata Al-Khateeb dalam KTT FII Priority Europe di Roma, Kamis waktu setempat seperti dikutip Arab News, Jumat (19/6/2026).
Menurut dia, tingginya aktivitas selama Ramadan dan ibadah haji membuat sektor pariwisata Arab Saudi tetap mencatat kinerja positif pada lima bulan pertama tahun ini. Meski mengalami penurunan sekitar 5%-6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, capaian tersebut dinilai sebagai hasil yang sangat baik di tengah kondisi yang menantang.
"Kami mengalami Ramadan dan musim haji yang kuat. Setelah lima bulan, kinerja kami masih baik, hanya turun sekitar 5%-6% dibandingkan tahun lalu, dan itu merupakan keberhasilan besar," ujarnya.
Al-Khateeb menambahkan pemulihan sektor pariwisata berlangsung relatif cepat. Ia menilai operasional penerbangan mulai kembali normal setelah sempat terganggu akibat ketegangan regional.
"Kami pulih sangat cepat. Maskapai penerbangan juga bergerak dan pulih dengan sangat cepat. Setidaknya perlambatan yang terjadi masih dapat kami kendalikan," katanya.
Gangguan penerbangan internasional turut mendorong lebih banyak warga Saudi menghabiskan libur Ramadan dan Idulfitri di dalam negeri. Kondisi tersebut memperkuat pariwisata domestik yang kini menyumbang sekitar 60%-65% dari total aktivitas industri pariwisata Kerajaan.
Konflik di Iran terjadi ketika industri pariwisata global sebenarnya telah pulih sepenuhnya dari pandemi Covid-19. Sebelum ketegangan meningkat, Arab Saudi sempat membukukan pertumbuhan sektor pariwisata sebesar 10% pada kuartal I-2026.
Meski menghadapi tantangan baru, pemerintah Saudi tetap melanjutkan investasi besar-besaran di sektor tersebut. Al-Khateeb mengatakan pengembangan industri pariwisata telah menciptakan sekitar 250.000 lapangan kerja dalam lima tahun terakhir.
Memasuki fase kedua Visi 2030, Arab Saudi akan berfokus pada pengoperasian berbagai destinasi wisata baru serta peningkatan aksesibilitas bagi wisatawan internasional.
"Kami memasuki fase baru dengan banyak destinasi dan aset baru yang mulai beroperasi, baik di Laut Merah maupun Diriyah. Karena itu, pertumbuhan akan semakin cepat dalam tiga hingga lima tahun ke depan," ujarnya.
Di tengah pesatnya digitalisasi global, Al-Khateeb menilai sektor pariwisata tetap akan mengandalkan sentuhan manusia. Menurutnya, pengalaman wisata tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga interaksi antarmanusia yang menciptakan kenangan bagi para pelancong.
"Pada akhirnya, yang akan diingat wisatawan adalah cerita yang disampaikan oleh manusia," katanya.
(tfa/sef) Add
source on Google