MARKET DATA
Internasional

Terungkap, Ternyata Haji Setop Sementara Perang AS-Iran

sef,  CNBC Indonesia
25 May 2026 12:07
Para peziarah Muslim mengelilingi Ka'bah dan berdoa di Masjidil Haram, menjelang ibadah haji tahunan, di Mekah, Arab Saudi, 19 Mei 2026. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)
Foto: Para peziarah Muslim mengelilingi Ka'bah dan berdoa di Masjidil Haram, menjelang ibadah haji tahunan, di Mekah, Arab Saudi, 19 Mei 2026. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)

Jakarta, CNBC Indonesia - Arab Saudi dilaporkan mendesak pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menghindari aksi militer besar apa pun terhadap Iran hingga selesai musim haji tahun ini. Negeri Raja Salman meminta

Washington untuk menghindari eskalasi karena otoritas Arab Saudi akan menjadi tuan rumah bagi lebih dari 1,5 juta jamaah dari seluruh dunia. Laporan ini dimuat pertama oleh media CNN International dan dimuat pula oleh laman lokal, The New Arab. Arab Saudi sendiri adalah sekutu Teluk dari Amerika Serikat.

"Haji tahun ini diperkirakan akan dimulai pada 24 Mei dan berlangsung selama enam hari," tulis laman itu, dikutip Senin (25/5/2026).

Bukan hanya Arab Saudi, permintaan juga diutarakan Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA). Mereka meminta upaya diplomatik berlanjut, di tengah kekhawatiran bahwa Iran dapat membalas dendam terhadap negara-negara Teluk tetangga jika AS melanjutkan serangan.

"Para pemimpin Teluk menunjukkan front persatuan dalam mendesak pemerintahan Trump untuk menahan diri, dengan musim Haji menjadi bagian utama dari kekhawatiran tersebut," tambah sumber itu.

Sementara itu, dalam laporan media lainnya, dikatakan bagaimana Trump telah diperingatkan bahwa aksi militer selama Haji dapat memicu gangguan regional yang lebih luas. Para pejabat khawatir permusuhan baru dapat menyebabkan sejumlah besar jamaah haji terlantar di seluruh Teluk.

Para pejabat Teluk dilaporkan juga memperingatkan bahwa melancarkan serangan selama periode suci menjelang Idul Adha dapat semakin merusak posisi Washington di seluruh dunia Muslim. Sebelumnya, AS dan Israel sendiri melancarkan serangan terhadap Iran selama bulan suci Ramadhan.

"Para analis juga memperingatkan bahwa konflik yang diperbarui kemungkinan akan mengganggu pusat-pusat penerbangan regional utama, termasuk di Qatar dan UEA, serta rute yang menghubungkan Asia Selatan dan Timur, tempat banyak jamaah haji memulai perjalanan mereka," tambahnya.

Perang AS-Iran sendiri terjadi sejak 28 Februari. Gencatan senjata yang mulai berlaku pada 8 April menghentikan konflik selama beberapa minggu namun negosiasi damai belum benar-benar terjadi.

(sef/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 4 Perkembangan Terkini Proposal Damai AS-Iran, Selat Hormuz Buka?


Most Popular
Features