Operasi 'Jalur Merah' Bea Cukai, Temukan Daging Beku - Dinamo Molis
Jakarta, CNBC Indonesia - Bea Cukai Tanjung Priok terus berupaya mempercepat pemeriksaan barang impor yang masuk di Pelabuhan Tanjung Priok. Hal ini dilakukan guna mencegah impor barang ilegal dan sekaligus mengurang penumpukan kontainer yang tengah diperiksa.
Terbukti dengan percepatan ini, jumlah kontainer yang diperiksa berkurang drastis dari 3.100 kontainer pada Mei lalu, menjadi 700-an kontainer khusus di jalur merah per 17 Juni 2026.
"Dari hampir Mei lalu yang masih sebanyak 3.100 kontainer, saat ini sudah menurun menjadi sekitar 700 kontainer yang hot outstanding. Sudah banyak yang kita selesaikan dengan adanya beberapa lapangan tambahan yang kami siapkan," kata Adhang saat ditemui CNBC Indonesia, Rabu (17/6/2026).
Hal ini merupakan buah hasil dari upaya Bea Cukai Tanjung Priok untuk mengurangi penumpukan kontainer.
Beberapa langkah sudah disiapkan mulai dari penambahan personel pemeriksaan, penambahan lokasi pemeriksaan di Jakarta International Container Terminal (JICT) dan TPK Koja, pelaksanaan pemeriksaan ditambah sampai malam hari, hingga penyesuaian layanan.
"Untuk mengantisipasi kejadian ini, kita menggunakan langkah-langkah operasi dari hulu sampai hilir. Jadi bagaimana percepatan masing-masing pihak, baik dari stakeholder, dalamnya pihak TPS maupun dari pihak Bea Cukai. Untuk dari pihak TPS tentu mengupayakan percepatan ini bersama dengan pihak Bea Cukai mengantisipasi langkah-langkah ke depan," jelasnya.
Lantas, apa saja sebenarnya yang ditemukan Bea Cukai Tanjung Priok dalam pemeriksaan kontainer di Jalur Merah?
Beberapa kontainer barang impor yang tengah dilakukan pemeriksaan oleh Bea Cukai Tanjung Priok pada Rabu (17/6/2026) cukup bervariasi.
Barang-barang tersebut mulai dari daging beku, tas, dinamo motor listrik, aneka peralatan listrik dan lampu, hingga gulungan PVC untuk spanduk.
Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di posko Bea dan Cukai Terminal Petikemas (TPK) Koja, Jakarta Utara pada Rabu (17/6/2026) pukul 16:00 WIB, tampak aktivitas bongkar muat untuk pemeriksaan tak begitu ramai.
Di lokasi tersebut, terdapat daging kerbau beku impor yang tengah diperiksa oleh Bea Cukai dan Badan Karantina Indonesia (Barantin). Adapun daging tersebut merupakan daging kerbau asal India dengan merek Allana.
Selain daging kerbau beku impor, juga terlihat tas impor bercorak bunga dengan warna dasar putih. Namun, tidak diketahui merek tas tersebut. Tetapi, tas impor tersebut berasal dari China.
Kemudian, ada juga barang-barang terkait lampu dan kelistrikan yang ditemui di posko Bea Cukai TPK Koja, di mana barang ini bermerek seperti Lovov, Semny, dan Lanbo. Ketiganya pun berasal dari China.
Adapun barang-barang lainnya yakni gulungan PVC untuk spanduk dan dinamo motor listrik, di mana dinamo tersebut juga berasal dari China.
(chd/haa) Add
source on Google