MARKET DATA

Tumpukan 3.100 Kontainer di Priok Mulai Berkurang, Sisa 700 Boks

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
18 June 2026 10:00
Penumpukan kontainer di jalur pemeriksaan Bea Cukai Tanjung Priok sudah mulai berkurang, setelah sebelumnya sempat menumpuk dan membuat kemacetan. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Foto: Penumpukan kontainer di jalur pemeriksaan Bea Cukai Tanjung Priok sudah mulai berkurang, setelah sebelumnya sempat menumpuk dan membuat kemacetan. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penumpukan kontainer di jalur pemeriksaan Bea Cukai Tanjung Priok sudah mulai berkurang. Sebelumnya, ada sebanyak 3.100 kontainer menumpuk dan memicu terhambatnya arus logistik di Pelabuhan Tanjung Priok.

Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di posko Bea dan Cukai Terminal Petikemas (TPK) Koja, Jakarta Utara pada Rabu (17/6/2026) pukul 16:00 WIB, tampak aktivitas bongkar muat untuk pemeriksaan tak begitu ramai.

Dalam lokasi pengecekan tersebut, tampak sedang ada pemeriksaan daging kerbau impor dari India. Pemeriksaan dilakukan oleh Bea Cukai serta Badan Karantina Indonesia (Barantin).

Penumpukan kontainer di jalur pemeriksaan Bea Cukai Tanjung Priok sudah mulai berkurang, setelah sebelumnya sempat menumpuk dan membuat kemacetan. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)Penumpukan kontainer di jalur pemeriksaan Bea Cukai Tanjung Priok sudah mulai berkurang, setelah sebelumnya sempat menumpuk dan membuat kemacetan. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) Foto: Penumpukan kontainer di jalur pemeriksaan Bea Cukai Tanjung Priok sudah mulai berkurang, setelah sebelumnya sempat menumpuk dan membuat kemacetan. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Selain daging beku, juga terlihat barang-barang impor lainnya yang tengah dilakukan pemeriksaan, seperti tas impor, dinamo motor, gulungan plastik, dan lain-lainnya.

Namun, tidak terdapat kontainer yang berisikan komponen dari mobil BYD dan Wuling. Bea Cukai mengungkapkan kontainer BYD dan Wuling tercatat masuk ke jalur hijau. Dari pantauan CNBC Indonesia, terdapat barang-barang yang tengah dilakukan pengecekan bertuliskan huruf mandarin yang menandakan berasal dari China.

Kepala Bea Cukai Tanjung Priok Adhang Noegroho Adhi mengatakan kontainer yang masih dilakukan pengecekan di jalur merah per 17 Juni 2026 sudah jauh menurun menjadi 700-an kontainer, dari sebelumnya pada Mei lalu mencapai 3.100 kontainer.

"Dari hampir Mei lalu yang masih sebanyak 3.100 kontainer, saat ini sudah menurun menjadi sekitar 700 kontainer yang hot outstanding. Sudah banyak yang kita selesaikan dengan adanya beberapa lapangan tambahan yang kami siapkan," kata Adhang saat ditemui CNBC Indonesia, Rabu (17/6/2026).

Hal ini merupakan buah hasil dari upaya Bea Cukai Tanjung Priok untuk mengurangi penumpukan kontainer. Adhang mengungkapkan beberapa langkah sudah disiapkan mulai dari penambahan personel pemeriksaan, penambahan lokasi pemeriksaan di Jakarta International Container Terminal (JICT) dan TPK Koja, pelaksanaan pemeriksaan ditambah sampai malam hari, hingga penyesuaian layanan.

"Untuk mengantisipasi kejadian ini, kita menggunakan langkah-langkah operasi dari hulu sampai hilir. Jadi bagaimana percepatan masing-masing pihak, baik dari stakeholder, dalamnya pihak TPS maupun dari pihak Bea Cukai. Untuk dari pihak TPS tentu mengupayakan percepatan ini bersama dengan pihak Bea Cukai mengantisipasi langkah-langkah ke depan," jelasnya.

Sebagai bagian dari upaya percepatan arus barang, Bea Cukai Tanjung Priok juga menginisiasi serangkaian pertemuan dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, antara lain asosiasi trucking (Aptrindo) wilayah DKI Jakarta, importir produsen, asosiasi importir, asosiasi forwarder, pengelola depo peti kemas, serta pengusaha Tempat Penimbunan Sementara (TPS).

Pertemuan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan sekaligus merumuskan langkah-langkah konkret yang dapat segera diimplementasikan guna mempercepat pengeluaran barang dari pelabuhan.

Bea Cukai Tanjung Priok menegaskan kontainer yang telah memperoleh SPPB pada prinsipnya telah menyelesaikan kewajiban kepabeanan dan dapat segera dikeluarkan dari kawasan pelabuhan.

Pihaknya pun juga tengah menyiapkan early warning system agar bisa termonitor oleh stakeholder dan bisa secepatnya mengeluarkan kontainer setelah pemeriksaan selesai.

"Sedang kita bangun proses untuk membangun sistem yang bisa kita mitigasi bersama. Juga dengan kontainer-kontainer yang sudah selesai, SPPB agar segera dikeluarkan, itu akan juga kami monitor. Alarm ini juga akan kita munculkan. Kita bisa bangun bersama-sama, kita buat namanya early warning system, dan ini bisa termonitor oleh seluruh stakeholder, bahkan mereka akan tahu di mana posisi kontainer dan sebagainya," pungkasnya.

Aktivitas bongkar muat di posko Bea dan Cukai Terminal Petikemas (TPK) Koja, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (17/6). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Aktivitas bongkar muat di posko Bea dan Cukai Terminal Petikemas (TPK) Koja, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (17/6). (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Aktivitas bongkar muat di posko Bea dan Cukai Terminal Petikemas (TPK) Koja, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (17/6). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
(chd/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Terungkap! Ini Biang Kerok 10.000 Kontainer Numpuk di Priok


Most Popular
Features