MARKET DATA

Pemerintah Siapkan Stimulus Non-Tunai, Ini Penerimanya!

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
18 June 2026 07:55
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers Pertumbuhan PDB TW-1 Tahun 2026. (Tangkapan Layar Youtube)
Foto: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers Pertumbuhan PDB TW-1 Tahun 2026. (Tangkapan Layar Youtube)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membenarkan bahwa pemerintah akan memberikan stimulus bagi masyarakat menengah bawah. Adapun, bantuan ini akan diberikan secara non-tunai.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, bantuan akan difokuskan kepada kelompok masyarakat desil 4 ke bawah.

"Stimulus yang kita siapkan untuk kelas menengah ke bawah, desil 4 ke bawah. Ini sedang dipersiapkan," katanya saat ditemui pewarta di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip Kamis (18/6/2026).

Airlangga memastikan bantuan tersebut tidak diberikan dalam bentuk uang tunai seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT). Menurut Airlangga, BLT hanya diberikan kepada masyrakat paling miskin. Adapun, kelompok desil 4 adalah kelompok masyarakat hampir atau nyaris miskin.

Masyarakat yang masuk dalam kategori Desil 4 (kelompok Rentan Miskin) memiliki rentang penghasilan atau pengeluaran sekitar Rp1,8 juta hingga Rp2,5 juta per bulan.

"Kalau BLT bukan yang di menengah, tetapi yang di bawah," ucapnya.

Sementara itu, Airlangga memaparkan pemerintah juga menyiapkan bantuan stimulus untuk masyarakat menengah akibat kenaikan dari harga BBM Pertamax. Pemerintah akan memberikan bantuan melalui skema lainnya, yaitu program magang.

"Terus kemudian kita siapkan yang untuk kelas menengah ke bawah, desil 4 ke bawah. Nah ini sedang diberlakukan," ujarnya.

"Kelas menengah, salah satu program magang yang kita lagi dorong kembali di bulan Juni," tegas Airlangga.

Pada 2025, pemerintah juga menggulirkan Program Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) yang digagas Presiden Prabowo Subianto

Saat itu, BLTS menargetkan 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Adapun, BLTS ini dirancang sebagai dorongan konsumsi khusus untuk periode kuartal IV-2025. Sayangnya, program tersebut tidak berlanjut di 2026.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Airlangga Bocorkan Rencana Bantuan Langsung Tunai, Ini Katanya


Most Popular
Features