966 Aset Negara Sudah Digunakan untuk Program Prabowo
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 966 aset negara yang dalam bentuk barang milik negara (BMN) telah digunakan untuk mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Nilai asetnya setara Rp 3,59 triliun.
"Tercatat 966 BMN senilai Rp 3,58 triliun ini DJKN telah memberi dukungan nyata untuk program-program seperti sekolah rakyat, sekolah garuda, makanan bergizi gratis melalui SPPG nya," kata Plt. Direktur Jenderal Kekayaan Negara Rahayu Puspasari saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Jumlah 966 aset negara itu di antaranya digunakan untuk 166 unit sekolah rakyat, yang menggunakan 626 BMN dengan nilai total Rp 2,38 triliun. Lalu, 16 Sekolah Garuda didukung oleh 188 BMN tanah dan atau bangunan dengan nilai Rp 282,42 miliar.
Selanjutnya, untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) didukung oleh 353 BMN berupa tanah dan atau bangunan. Sebanyak 122 BMN telah terbit persetujuan sewa dengan nilai proporsional sebesar Rp 202,48 miliar, seperti untuk SPPG.
Adapun untuk program 3 Juta Rumah, didukung oleh penetapan BMN pada 10 lokasi dengan luas 138,85 ha dan investasi pemerintah pada program FLPP 2025 untuk 278 ribu rumah. Koperasi Merah Putih didukung oleh 92 BMN tanah dan atau bangunan, dengan 15 BMN telah terbit persetujuan dengan nilai Rp 27,19 miliar, dan 77 BMN masih dalam proses dengan potensi nilai Rp 4,6 triliun.
Penertiban kawasan hutan pun telah mendapatkan dukungan, berupa hasil kinerja Satgas PKH yang telah berhasil kembali menguasai 5,88 juta hektar kawasan hutan.
Pembangunan kodam dan yonif juga telah mendapatkan dukungan 11 BMN berupa tanah dengan nilai total Rp 654,42 miliar. Adapun total targetnya sebanyak 22 kodam, dan yang telah beroperasi 11 kodam melalui pemanfaatan 11 BMN.
Selanjutnya, program ketahanan pangan telah didukung oleh 29 BMN, dan 4 BMN telah terbit persetujuan pemanfaatan senilai Rp 26,05 miliar. 25 lainnya dalam proses dengan potensi nilai Rp 1,18 triliun.
Untuk yang terkait dengan harmonisasi kebijakan telah didukung melalui penerbitan KMK 31/2026 dan KEP-13/KN/2026 dalam mendukung program MBG dan penyusunan RPP 27/2014 untuk program lainnnya.
Di luar itu, terkait dengan pembentukan kabinet merah putih, dukungan BMN bahkan telah mencapai Rp 3.574 triliun berupa BMN yang ada di 13 kementerian atau lembaga (K/L) atau sekitar 3.232 satker, dialihkan kepada 23 K/L terdampak pembentkan Kabinet Merah Putih.
"Jadi dimulai dari dukungan BMN senilai Rp 3.574 triliun pada saat pembentukan kabinet merah putih yang mana aset-aset tersebut dioptimalkan dari 13 K/L kepada 23 K/L yang terdampak sebagai pembentukan unit kementerian lemabaga di Kabinet Merah Putih," ujar Puspa.
Menurut catatan DJKN, setidaknya masih ada BMN potensial atau dalam proses persetujuan yang dapat dimanfaatkan lagi untuk program prioritas Presiden Prabowo Subianto. jumlahnya sebanyak 237 BMN dengan nilai potensial Rp 5,79 triliun.
"Dan sebagai pipeline masih ada 237 BMN potensial senilai Rp 5,79 triliun yang sedang dalam proses persetujuan program-program sebagaimana kami sebutkan tadi," tegasnya.
(arj/arj) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]