Inggris Sebut RI Makin Ambisius, Siap Beri Dukungan Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Inggris menilai Indonesia saat ini makin ambisius dalam mengejar pertumbuhan ekonomi dan memperkuat posisinya di panggung global. Karena itu, negara itu menyatakan siap mendukung berbagai agenda reformasi ekonomi yang tengah dijalankan pemerintah Indonesia.
Penilaian tersebut disampaikan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, dalam perayaan ulang tahun ke-78 Raja Charles III di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Menurut Dominic, Indonesia saat ini menunjukkan visi besar terkait pertumbuhan ekonomi, pengembangan generasi muda, pembangunan industri masa depan, hingga peran yang ingin dimainkan dalam tatanan global.
"Lebih dari sebelumnya, Indonesia adalah negara yang berpikir besar. Tentang pertumbuhan, tentang generasi muda, tentang posisi Indonesia di dunia, tentang industri yang ingin dibangun, dan tentang masa depan yang ingin dibentuk," kata Dominic.
Ia menilai ambisi tersebut menjadi salah satu alasan Inggris semakin optimistis terhadap hubungan bilateral kedua negara. "Ambisi itu menular. Dan itu menjadi salah satu alasan mengapa saya sangat optimistis terhadap hubungan Inggris dan Indonesia," ujarnya.
Dominic mengatakan optimisme tersebut tercermin dalam peluncuran Kemitraan Strategis Inggris-Indonesia serta Economic Growth Partnership yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Keir Starmer pada Januari lalu.
Melalui kemitraan tersebut, kedua negara sepakat memperluas perdagangan dan investasi, menghapus hambatan perdagangan, memperkuat kerja sama energi hijau, serta meningkatkan hubungan antar masyarakat.
"Kami ingin mendukung prioritas nasional Indonesia sekaligus menciptakan peluang bagi kedua negara," katanya.
Dukungan Inggris terhadap agenda ekonomi Indonesia juga disampaikan Duta Besar Inggris untuk ASEAN, Helen Fazey. Ia mengatakan salah satu fokus utama Program Integrasi Ekonomi Inggris-ASEAN adalah mendukung reformasi regulasi, penguatan ekonomi terbuka, serta peningkatan akses pembiayaan.
"Program Integrasi Ekonomi kami memiliki tiga fokus utama, yakni reformasi regulasi, ekonomi terbuka termasuk peningkatan sistem kepabeanan dan fasilitasi perdagangan, serta sektor jasa keuangan dan akses terhadap pembiayaan," kata Helen.
Dalam pidatonya, Dominic juga menegaskan Inggris mendukung sejumlah prioritas ekonomi Indonesia, termasuk penguatan perlindungan hak kekayaan intelektual dan persiapan Indonesia menuju keanggotaan penuh di Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).
"Saya juga antusias terhadap program Integrasi Ekonomi ASEAN-Inggris yang mendukung prioritas ekonomi Indonesia, termasuk reformasi regulasi, penguatan penegakan hak kekayaan intelektual, serta mendukung ambisi Indonesia menuju kesiapan OECD," ujarnya.
Selain reformasi ekonomi, Inggris juga memperluas kerja sama di sektor teknologi dan industri strategis. Salah satunya melalui kolaborasi perusahaan semikonduktor Inggris, Arm Holdings, dengan Danantara untuk mengembangkan ekosistem semikonduktor nasional dan melatih ribuan insinyur Indonesia.
Di sektor maritim, Inggris juga menggandeng perusahaan pertahanan Babcock International dalam Program Kemitraan Maritim yang mencakup pembangunan kapal perikanan dan fregat pertahanan di Indonesia.
Menurut Dominic, berbagai inisiatif tersebut menunjukkan bentuk kemitraan yang ingin dibangun Inggris dengan Indonesia. "Itulah kemitraan yang ingin kami bangun: praktis, ambisius, dan saling menguntungkan," katanya.
Â
(luc/luc) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]