2 Menteri Prabowo Keluarkan Jurus agar UMKM Naik Kelas, Begini Caranya
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri kabinet Presiden Prabowo Subianto membuat gebrakan bagi pelaku usaha di Tanah Air. Dalam rangka memperingati Hari Kewirausahaan dan UMKM Nasional 2026, Kementerian UMKM menyelenggarakan Bursa Wirausaha Unggulan.
Bursa Wirausaha Unggulan 2026 hadir sebagai wadah kolaborasi yang mempertemukan UMKM, wirausaha, calon wirausaha, institusi pendidikan, lembaga jasa keuangan, inkubator bisnis, korporasi, dan pemerintah dalam satu ekosistem yang terintegrasi untuk tumbuh dan berkembang bersama.
Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman menuturkan, pihaknya terus berupaya menggencarkan upaya pembinaan dan pemberdayaan guna menciptakan banyak wirausaha muda yang kompeten. Salah satunya diwujudkan melalui program Bursa Wirausaha Unggulan. Dari program tersebut, Kementerian UMKM ingin mendukung pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya dari hulu hingga ke hilir.
"Tujuannya tentunya untuk menaikkan rasio kewirausahaan kita dan menciptakan wirausaha-wirausaha muda, wirausaha-wirausaha baru, dan juga yang kedua meningkatkan penyerapan tenaga kerja," ungkap dia dalam Konferensi Pers acara Bursa Wirausaha Unggulan di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Dirinya bilang, apabila pemerintah mampu menciptakan beberapa wirausaha unggulan di Tanah Air, maka penyerapan tenaga kerja dan multiplier effect yang dihasilkan juga akan semakin terbuka.
Maman juga menegaskan, peran pemerintah dalam memajukan dunia kewirausahaan melalui Bursa Wirausaha Unggulan yaitu berupa penyediaan program pelatihan, pemberdayaan, dan pendampingan untuk mempersiapkan legalitas, sertifikasi usaha, hingga manajemen keuangan. Hal ini termasuk pendampingan wirausaha untuk mengakses pembiayaan dan peningkatan pemasaran.
Lebih jauh, Bursa Wirausaha Unggulan juga sejalan dengan arahan dari Presiden terkait program untuk menghasilkan 10 juta pengusaha yang mampu menyerap banyak tenaga kerja sampai tahun 2029 mendatang.
"Jadi kita targetnya ke arah sana, ya mudah-mudahan upaya ini kita bisa terus dan ini sementara masih di wilayah Jabotabek, nanti akan ada di wilayah-wilayah lainnya Bursa ini. Komitmen pemerintah hari ini membangun 10 juta wirausaha dan pelaku bisnis baru,sehingga akan menjadi kekuatan ekonomi nasional," terang Maman.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjelaskan, pemerintah akan terus berkomitmen untuk mendorong UMKM tumbuh dan naik kelas. Upaya ini diharapkan akan memacu bertambahnya jumlah wirausaha baru.
"Kayak misalnya es krim ini, dari kelapa naik kelas, bisa menyayangi yang gede-gede nanti. Yang paling penting adalah, apa yang dilakukan oleh Pak Presiden dan pemerintah hari ini adalah, bagaimana agar pertumbuhan ekonomi bisa diberikan kontribusi oleh UMKM sekaligus dinikmati UMKM kita. Itulah yang disebut ekonomi konstitusi berkeadilan," jelas dia.
Di samping itu, Cak Imin menyebutkan, penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) No. 20 Tahun 2026 yang mengatur kebijakan ekspor satu pintu diyakini akan menciptakan ekosistem yang mendukung hilirisasi, sehingga akhirnya para pelaku UMKM akan menikmati manfaat positif dari kebijakan tersebut. Perlu diingat, seluruh target dan harapan tadi membutuhkan kerja keras, waktu, dan komitmen dari semua pihak.
Cak Imin juga menegaskan, program Bursa Wirausaha Unggulan dapat menjadi kesempatan untuk menghasilkan pertumbuhan sektor UMKM yang berkualitas. Program ini juga diharapkan akan memacu terciptanya sistem ekonomi yang berkeadilan.
"Bursa Wirausaha Unggulan ini menjadi kesempatan menyongsong terciptanya sebuah sistem ekonomi yang berkeadilan itu. UMKM tumbuh, mudah mendapatkan akses, kapasitas terus berkembang, ekosistem tercipta. Terima kasih kepada pengusaha-pengusaha besar yang telah membangun ekosistem dan mari kita tumbuh bareng, yang besar tambah besar, UMKM juga tumbuh menjadi naik kelas dan tumbuh besar. Saya kira itu," tutup Cak Imin.
(wur/wur) Add
source on Google