Internasional

Helikopter AS Jatuh di Hormuz, Trump Buka Suara soal Nasib Pilot

tfa, CNBC Indonesia
Selasa, 09/06/2026 14:30 WIB
Foto: Helikopter serang AH-64 Apache Angkatan Udara Israel melepaskan suar selama serangan tentara Israel di Jenin di Tepi Barat yang diduduki pada 19 Juni 2023. (AFP/JAAFAR ASHTIYEH)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah helikopter serang Apache milik Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) dilaporkan jatuh di dekat Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang hingga kini masih berada di bawah pengawasan Iran. Presiden AS Donald Trump memastikan kedua pilot yang berada di dalam helikopter tersebut selamat dan tidak mengalami cedera.

"Para pilot baik-baik saja. Ya. Tidak ada yang terluka. Kami akan mengeluarkan laporan besok. Tapi para pilot baik-baik saja," kata Trump kepada wartawan di Bandara Internasional John F. Kennedy, New York, Senin (8/6/2026) malam waktu setempat, seperti dikutip The Associated Press.

Hingga Selasa pagi, penyebab kecelakaan helikopter itu masih belum diketahui. Insiden tersebut terjadi di tengah situasi kawasan yang kembali memanas setelah Iran dan Israel terlibat baku tembak sehari sebelumnya, meningkatkan tekanan terhadap gencatan senjata yang masih rapuh dalam konflik Iran.


Media pemerintah Iran turut memberitakan kecelakaan tersebut dengan mengutip laporan media asing. Namun, otoritas Iran tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai penyebab maupun kondisi helikopter yang jatuh.

Perang yang pecah sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari telah mengguncang pasar global. Konflik tersebut mendorong kenaikan harga energi dunia dan berdampak pada meningkatnya harga berbagai kebutuhan pokok, termasuk pangan.

Meski gencatan senjata sempat dicapai pada April lalu, para pejabat dari pihak-pihak terkait hingga kini belum berhasil mengubahnya menjadi kesepakatan permanen untuk mengakhiri konflik.

Laporan mengenai kecelakaan helikopter Apache itu pertama kali diungkap oleh The New York Times. Media tersebut menyebut helikopter jatuh di sekitar Selat Hormuz dalam kondisi yang belum dapat dijelaskan.

Sementara itu, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) dan Departemen Pertahanan AS belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar terkait insiden tersebut.


(tfa/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Harga Minyak Naik, RI Pasang "Kuda-kuda " Jaga Sektor Energi