Update Iran-Israel Saling Bombardir, Trump Ancam Netanyahu
Jakarta, CNBC Indonesia - Iran dan Israel membuat tegang Timur Tengah. Kedua negara saling bertukar rudal, membombardir masing-masing wilayah, Minggu-Senin.
Namun dalam update Selasa (9/6/2026), kedua negara menghentikan sementara serangan. Iran memberi pengumuman menghentikan aksi militernya, disusul Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa "tembakan di front terkendali".
"Gencatan senjata" ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan berbicara melalui telepon ke Netanyahu. Trump mengancam akan menarik dukungan untuk Israel selama percakapan telepon ke Netanyahu.
|
Pilihan Redaksi
|
Mengutip Axios,Trump telah melakukan beberapa percakapan telepon dengan Netanyahu usai pekan lalu Iran mengumumkan bahwa mereka menunda pembicaraan dengan AS karena serangan Israel yang berulang kali terjadi di Lebanon. Beberapa berakhir cekcok.
Persyaratan Iran untuk mencapai perjanjian perdamaian sendiri mencakup penghentian permusuhan di "semua lini". Ini termasuk Lebanon, di mana hampir 3.700 orang telah terbunuh sejak awal Maret, ketika Israel melanjutkan serangan sebagai tanggapan atas serangan Hizbullah.
Trump mengatakan dalam sebuah wawancara telepon dengan outlet tersebut bahwa dia telah memperingatkan Netanyahu bahwa "jika dia kembali berperang dengan Iran, dia mungkin akan berjuang sendirian". Trump sebelumnya mengkonfirmasi laporan bahwa dia menyebut Netanyahu "sangat gila" dalam percakapan sebelumnya.
"Saya berkata, 'Bibi, sebaiknya kau berhati-hati, atau kau akan segera sendirian'," ujarnya memanggil nama panggilan Netanyahu.
Trump juga mengatakan ke editor BBC bahwa dia telah mendesak pemimpin Israel untuk "menggunakan akal sehat". Ia juga menambahkan bahwa dia "sangat dekat dengan penandatanganan perjanjian yang sangat kuat" dengan Iran.
"Yang saya lakukan hanyalah mengatakan, 'Kita harus menggunakan akal sehat'. Kita sangat dekat untuk menandatangani kesepakatan yang sangat kuat, kesepakatan yang sangat baik," kata Trump.
"Tidak ada senjata nuklir, tidak ada apa pun. Anda tahu, kita harus menggunakan banyak akal sehat," tegasnya.
"Jika saya menyuruhnya melakukan sesuatu, dia melakukannya," tambahnya lagi menyebut Netanyahu.
Serangan Baru dari Yaman ke Israel
Militer Israel mengatakan pada Selasa pagi bahwa mereka telah mencegat target udara dari Yaman. Meski demikian, tidak ada korban luka.
"Sebuah target udara mencurigakan dari Yaman telah dicegat. Insiden tersebut telah berakhir. Tidak ada laporan korban luka," kata IDF, menambahkan bahwa insiden tersebut terjadi di wilayah Eilat.
Bandara Iran Kembali Dibuka
Bandara internasional Teheran telah dibuka kembali. Media Iran menyebut, penerbangan yang membawa jemaah haji dari Arab Saudi telah mendarat Selasa pagi.
"Wakil kepala pengoperasian bandara Perusahaan Bandara Imam Khomeini mengumumkan dimulainya kembali penerbangan ke Bandara Imam Khomeini dan penerbangan jamaah," tulis kantor berita Mehr.
Bandara internasional Teheran menangguhkan semua penerbangan masuk pada hari Minggu setelah serangan rudal Iran terhadap Israel. Israel membalas dengan serangannya sendiri.
Ini adalah penutupan terbaru bandara tersebut, salah satu dari dua bandara yang melayani ibu kota Iran, yang baru dibuka kembali pada bulan April. Bandara sebelumnya ditutup selama berminggu-minggu selama perang Timur Tengah.
(sef/sef) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]