Breaking: Trump Akhirnya Buka Suara soal Saling Serang Israel-Iran
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka menyerukan agar Israel dan Iran menghentikan aksi saling serang.
Seruan itu disampaikan Trump melalui platform media sosial Truth Social pada Senin (8/6/2026) dini hari waktu setempat, setelah situasi keamanan kembali memanas menyusul rentetan serangan rudal dan balasan militer antara Teheran dan Tel Aviv.
"Israel dan Iran harus segera berhenti 'menembak'. Presiden DONALD J. TRUMP," tulis Trump.
Pernyataan tersebut muncul ketika Gedung Putih berupaya mempertahankan jalur diplomasi yang selama beberapa waktu terakhir terus diupayakan untuk mencegah konflik berkembang menjadi perang regional yang lebih luas.
Seorang pejabat AS mengungkapkan bahwa Trump bahkan turun tangan secara langsung untuk menahan eskalasi lebih lanjut. Dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu, Trump meminta pemimpin Israel itu agar menunda rencana serangan balasan terhadap Iran.
Sementara itu, dilansir CNN International, seorang pejabat militer Israel mengatakan pada Senin bahwa militer negara itu kini bersiap menghadapi kemungkinan pertempuran yang berlangsung selama beberapa hari ke depan, bahkan membuka kemungkinan kampanye militer berkepanjangan melawan Iran.
Dalam keterangannya kepada wartawan, yang menjadi penampilan publik pertamanya sejak pertempuran kembali pecah, pejabat tersebut menuding Iran sebagai pihak yang melanggar kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pada April lalu.
Menurutnya, pelanggaran terjadi ketika Iran mulai menembakkan rudal balistik ke wilayah Israel pada Minggu malam. Militer Israel menyebut Iran telah meluncurkan hampir 30 rudal balistik sejak serangan pertama dilakukan.
Selain itu, kelompok Houthi yang didukung Teheran di Yaman juga disebut menembakkan dua rudal tambahan ke arah Israel. Dari dua rudal tersebut, satu berhasil dicegat sistem pertahanan udara Israel, sementara satu lainnya jatuh sebelum mencapai wilayah Israel.
Rentetan serangan itu kemudian memicu respons militer dari Tel Aviv. Pejabat militer Israel mengatakan negaranya melancarkan dua gelombang serangan ke Iran sebagai balasan.
Gelombang pertama ditujukan untuk menghantam sistem pertahanan udara strategis Iran.
Sementara itu, gelombang kedua menyasar sebuah fasilitas petrokimia yang menurut Pasukan Pertahanan Israel (IDF) berperan dalam mendukung produksi rudal balistik serta berbagai jenis persenjataan lainnya.
Israel menegaskan bahwa seluruh operasi serangan yang dilakukan terhadap Iran sejauh ini dilaksanakan secara mandiri oleh militer Israel.
Meski demikian, pejabat tersebut mengakui bahwa AS memberikan bantuan dalam aspek pertahanan udara dengan membantu mencegat sebagian rudal yang ditembakkan ke arah Israel.
Menurutnya, dukungan Washington terbatas pada perlindungan terhadap wilayah Israel dari ancaman serangan udara dan tidak mencakup keterlibatan langsung dalam operasi ofensif.
Pejabat itu juga mengungkapkan bahwa koordinasi antara militer Israel dan AS tetap berlangsung secara intensif di tengah meningkatnya ketegangan.
Pasukan Pertahanan Israel disebut terus berkoordinasi dengan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas operasi militer AS di kawasan Timur Tengah.
Ia mengatakan Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Eyal Zamir telah dua kali melakukan pembicaraan dengan Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
(luc/luc) Add
source on Google