MARKET DATA
Internasional

China Respons Iran-Israel Saling Serang

sef,  CNBC Indonesia
08 June 2026 15:40
Presiden China Xi Jinping berbicara pada jamuan makan malam kenegaraan bersama Presiden AS Donald Trump (tidak terlihat dalam foto) di Balai Besar Rakyat di Beijing, China, 14 Mei 2026. (REUTERS/Evan Vucci)
Foto: Presiden China Xi Jinping berbicara pada jamuan makan malam kenegaraan bersama Presiden AS Donald Trump (tidak terlihat dalam foto) di Balai Besar Rakyat di Beijing, China, 14 Mei 2026. (REUTERS/Evan Vucci)

Jakarta, CNBC Indonesia - China mengatakan pihaknya "sangat prihatin" atas serangan baru antara Israel dan Iran, Senin (8/6/2026). China bahkan berharap gencatan senjata dalam perang Timur Tengah akan tetap dihormati.

"Melanjutkan permusuhan bukanlah kepentingan pihak mana pun," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian dalam konferensi pers, dimuat AFP.

"Diharapkan semua pihak terkait akan memenuhi komitmen mereka terhadap gencatan senjata," tegasnya.

Sebelumnya, Timur Tengah kembali memanas. Iran dan Israel dilaporkan saling melancarkan serangan.

Dalam update terbaru Senin siang, Israel melancarkan serangan rudal ke beberapa wilayah di Iran. Ini sebagai balasan rentetan rudal yang ditembakkan Iran Minggu ke Israel, karena serangan Tel Lebanon selatan, yang dianggap Teheran pelanggaran gencatan senjata.

Militer Israel mengatakan bahwa mereka telah menyerang beberapa target di kompleks petrokimia di Mahshahr, di barat daya Iran. Media Iran mengonfirmasi dengan mengatakan Israel telah menyerang sebuah perusahaan petrokimia di Mahshahr di barat daya Iran. 

Eskalasi terjadi saat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berusaha untuk mengendalikan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, karena Israel menuduh Teheran melakukan "kesalahan besar". Kepada laman Axios ia menjelaskan bagaimana dirinya meminta Bibi, panggilan Netanyahu, untuk tidak membalas.

"Saya akan menelepon Bibi sekarang juga dan mengatakan kepadanya untuk tidak membalas," kata Trump seperti dikutip oleh jurnalis Axios, Barak Ravid, dalam sebuah wawancara telepon, menggunakan nama panggilan Netanyahu.

"Israel telah melakukan serangannya dan Iran telah melakukan serangannya. Kita tidak membutuhkan serangan lain," kata Trump dilaporkan.

Dalam wawancara terpisah dengan Fox News, Trump juga mengatakan menyarankan ke Iran untuk tak menembak rudal. Ia meminta Iran kembali ke perundingan dengan AS.

Sebelumnya, Iran bersikeras bahwa setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang secara permanen juga harus menghentikan konflik paralel di Lebanon. Di mana Israel sedang melakukan kampanye melawan gerakan Hizbullah yang didukung Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ali Safari, mengatakan kepada televisi Al-Mayadeen bahwa serangan Teheran pada hari Minggu terjadi setelah berminggu-minggu menahan diri terhadap agresi Israel. Garda Revolusi Iran (IRGC) menyebut serangan itu sebagai "peringatan" setelah Israel menyerang pinggiran selatan Beirut sebelumnya pada hari itu, mengancam serangan yang lebih luas jika terjadi agresi berulang.

Serangan Iran lain juga diketahui menyerang wilayah Kurdistan, Irak, Senin. Pemerintah Iran menuduh partai-partai Kurdi bersenjata melayani kepentingan Barat atau Israel.

Sementara itu, tentara Israel juga mengatakan pada hari Senin bahwa mereka sedang berupaya mencegat rudal yang diluncurkan dari Yaman. Kelompok pro Israel, Houthi, dilaporkan mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Tak hanya itu, Houthi juga mengumumkan penutupan Laut Merah untuk kepentingan Israel. Ini meningkatkan kekhawatiran akan kembalinya gangguan besar pada rute utama perdagangan dunia.

"Kami mendeklarasikan larangan menyeluruh dan total terhadap navigasi maritim Israel di Laut Merah," demikian pernyataan angkatan bersenjata Houthi.

"Kami menganggap semua gerakan musuh sebagai sasaran militer yang sah bagi angkatan bersenjata kami sejak pernyataan ini dikeluarkan," tegasnya.

Kelompok Houthi mengganggu kapal-kapal kargo di jalur laut penting tersebut selama perang Israel-Hamas, sehingga memaksa banyak perusahaan mengambil jalan memutar yang panjang di sekitar ujung Afrika bagian selatan.

Ancaman mereka muncul ketika Selat Hormuz, pintu gerbang ke Laut Teluk dan eksportir energinya, masih diblokade oleh Iran akibat perang Timur Tengah dengan AS dan Israel.

(sef/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Xi Jinping Respons Gencatan Senjata AS-Iran, Ini Kata China


Most Popular
Features