Mentan Amran Sebut Pengusaha-Petani Sepakat Balikin Harga TBS Sawit
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memastikan seluruh pemangku kepentingan industri kelapa sawit telah mencapai kesepakatan untuk mengembalikan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit ke level semula, usai sebelumnya sempat terjadi penurunan dalam beberapa hari terakhir.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat yang dihadiri asosiasi pelaku usaha, petani sawit, Satgas Pangan hingga Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) dari 25 provinsi di seluruh Indonesia.
"Hari ini kita rapat tentang penurunan harga TBS beberapa hari terakhir, bersama seluruh asosiasi, bersama seluruh petani, dan bersama Satgas dan Dirkrimsus dari 25 provinsi seluruh Indonesia, hadir lengkap," kata Amran dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Ia menuturkan, hasil pertemuan itu menghasilkan satu kesimpulan yang disepakati bersama, yakni tidak boleh ada lagi penurunan harga TBS di tingkat petani.
"Kami sampaikan, Alhamdulillah hari ini sepakat tidak ada lagi harga yang turun. Harus naik seperti kondisi semula. Bahkan bila perlu itu naik lebih tinggi," tegasnya.
Menurutnya, tidak ada alasan bagi harga TBS untuk turun di tengah penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah. Bahkan, menurutnya, secara logika harga sawit justru seharusnya mengalami kenaikan.
"Kenapa? Nilai dolar dengan rupiah itu selisih kenaikannya 10%. Jadi minimal (harga TBS juga naik) sama dengan seperti semula, dan ada kurang lebih 270 sampai 300 perusahaan yang belum menaikkan harga, kami akan kirim langsung ke Polda, tembusan ke Pak Kapolri, Pak Kapolda, dan kepada Dirkrimsus ditindaklanjuti," jelas dia.
Amran mengatakan, dari sekitar 1.900 perusahaan yang bergerak di sektor kelapa sawit, masih terdapat sekitar 300 perusahaan yang belum menyesuaikan harga TBS sesuai kondisi pasar saat ini.
"Yang 300 ini kita akan periksa, kita akan cek kenapa dia tidak naikkan (harga TBS) seperti semula. Bahkan harusnya naik 10% daripada harga sebelumnya karena ada selisih, nilai dolar sekarang Rp18.000/US$," sebutnya.
Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin petani sawit menjadi pihak yang dirugikan akibat anomali harga tersebut. Apalagi, sektor sawit menjadi sumber penghidupan bagi jutaan petani di Indonesia.
"Kita harus jaga petani kita. Ini ada 15 juta petani tidak boleh kita rugikan mereka. Ini ada anomali, di saat ini harga harusnya naik, bukan turun," tegas Amran.
Amran kembali menekankan, seluruh pihak yang hadir dalam rapat, mulai dari asosiasi, perusahaan, hingga eksportir, telah menyatakan setuju untuk mengembalikan harga TBS ke posisi semula.
"Oke, kita sepakat semua, tidak ada satupun yang menolak, ketua asosiasinya, perusahaannya hadir, pengusahanya hadir, eksportirnya hadir, semua sepakat harga kembali seperti semula," pungkasnya.
source on Google [Gambas:Video CNBC]