Defisit APBN Terkendali 0,70% PDB, Purbaya: Ada Perbaikan Pajak-Cukai

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Jumat, 05/06/2026 14:24 WIB
Foto: Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 pada Jumat, 5 Juni 2026 pukul 13.30 WIB di Aula Djuanda, Gedung Djuanda I Lantai Mezzanine, Kementerian Keuangan. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali pada akhir Mei 2026.

Defisit APBN meningkat tipis mencapai Rp180,4 triliun atau 0,70 % dari PDB. Angka in sedikit lebih tinggi dibandingkan Rp164,4 triliun atau 0,64% dari PDB pada akhir April 2026.


Kendati demikian, Purbaya menuturkan jika dihitung secara rata-rata, defisit APBN hingga akhir 2026 bisa mencapai 1,8% terhadap PDB.

"Jadi kalau kita hitung seperti di luar itu. Kalau saya pakai cara yang sama kira-kira 1,8% PDB (defisit APBN di 2026). Jadi kalau dilihat dari situ APBN kita sangat aman," kata Purbaya.

Di sisi lain, keseimbangan primer tercatat surplus sebesar Rp58,6 triliun. Surplus keseimbangan primer ini, kata Purbaya, menunjukkan anggaran pemerintah yang bergerak berkesinambungan.

"Artinya anggaran kita sekarang sudah berkesinambungan dibanding bulan-bulan sebelumnya," katanya.

Menurut Purbaya, defisit APBN ini bisa terjaga seiring dengan pengendalian penerimaan pajak dan bea cukai.

"Jadi kalau dilihat dari situ APBN kita sangat aman. Tapi yang jelas bisa kita kendalikan karena pajak dan cukai ada perbaikan signifikan," jelasnya.

Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026) di Aula Djuanda, Gedung Djuanda I Lantai Mezzanine, Kementerian Keuangan. (Tangkapan layar) Foto: Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Juni 2026, Jumat (5/6/2026) di Aula Djuanda, Gedung Djuanda I Lantai Mezzanine, Kementerian Keuangan. (Tangkapan layar)

(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Temui Prabowo, Purbaya Bawa Daftar 10 Eksportir Under Invoicing