APBN Defisit 2,9%, Airlangga: Gak Apa-apa, yang Penting Ekonomi Tumbuh
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyadari defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) nyaris menembus batas 3% terhadap produk domestik bruto (PDB). Meski demikian, pelebaran defisit memang dibutuhkan untuk mendorong perekonomian.
"Gak apa-apa, yang penting pertumbuhan bisa dicapai," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (8/12/2025).
Sebelumnya, Kementerian Keuangan mengumumkan defisit APBN per Desember 2025 sebesar RP 695,1 triliun atau 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit ini lebih sedikit tinggi dari 2024 yang mencapai 2,3% dari PDB.
Sementara itu ekonomi nasional diperkirakan tumbuh sesuai target 5,2% (year on year/yoy) secara keseluruhan tahun 2025. Kuartal IV-2025 pertumbuhan ekonomi diperkirakan 5,45%.
Menurut Airlangga, dalam menjaga defisit, langkah yang perlu dilakukan adalah meningkatkan penerimaan negara dengan realisasi mencapai Rp2.756,3 triliun atau 91,7%, dengan penerimaan pajak Rp 1.917,6 triliun, kepabeanan cukai Rp 300,3 juta dan PNBP Rp 534,1 triliun.
"Kita harus dorong penerimaan negara, dengan penerimaan negara tentu masalah defisit itu adakan decrease (berkurang)," jelasnya
(emy/mij)[Gambas:Video CNBC]