Purbaya Pastikan Defisit APBN 2026 Terjaga Berkat Setoran Pajak Tokcer
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih terjaga dengan baik, di tengah ketidakpastian kondisi global saat ini.
Purbaya mengatakan defisit APBN terjaga di level 0,7% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada Mei 2026, atau senilai Rp 180,4 triliun.
"Defisit APBN kita masih terjaga. 5 bulan pertama defisit 0,7%. Artinya kira-kira dengan angka yang sekarang, defisit ABBN kita masih amat terjaga," kata Purbaya dalam Economic Update 2026 CNBC Indonesia, dikutip Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, defisit yang mampu terkelola dengan baik itu ditopang oleh peningkatan penerimaan pajak yang masih mampu tumbuh di kisaran 20%.
"Keberhasilan utamanya kita bisa meningkatkan pendapatan pajak secara signifikan. Jadi kalau dibanding tahun lalu, 5 bulan pertama pajak kita tumbuh 22,1%. Itu pertumbuhan yang amat signifikan. Orang tadinya nggak ngira bisa tumbuh seperti itu,"
Tumbuhnya pendapatan perpajakan disebabkan adanya reformasi sektor perpajakan yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belakangan ini.
"Ini karena kita lakukan reformasi di sektor perpajakan, reorganisasi di orang-orangnya juga, dan kita kasih punishment untuk orang yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik di pajak," lanjutnya.
Selain dari sektor perpajakan, sektor kepabeanan melalui Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) juga tumbuh positif meski belum terlalu besar. Namun, Purbaya memprediksi sektor kepabeanan akan tumbuh lebih cepat pada akhir 2026.
"Bea Cukai juga sama, ada peningkatan yang cukup signifikan. Sekarang masih tumbuh 0,7% dibanding tahun lalu, tapi saya yakin sampai akhir tahun akan tumbuh lebih cepat lagi," ujar Purbaya
(arj/arj) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]