MARKET DATA

Purbaya Kasih Bukti Belum Ada Tanda-tanda Resesi di RI

Robertus Adrianto,  CNBC Indonesia
05 June 2026 14:08
Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 pada Jumat, 5 Juni 2026 pukul 13.30 WIB di Aula Djuanda, Gedung Djuanda I Lantai Mezzanine, Kementerian Keuangan. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Foto: Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 pada Jumat, 5 Juni 2026 pukul 13.30 WIB di Aula Djuanda, Gedung Djuanda I Lantai Mezzanine, Kementerian Keuangan. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, Indonesia tidak memiliki tanda-tanda menghadapi resesi atau kontraksi ekonomi saat ini.

Menurutnya, kondisi ini terlihat dari masih tingginya penyaluran kredit di sejumlah bank BUMN yang tumbuh dua digit.

"Ini agak bingung kenapa kita disebut menuju resesi ketika uang cukup, pertumbuhan kredit cukup," kata Purbaya saat konferensi pers di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Ia mengatakan, pada Mei 2026 ini BRI masih mencatatkan pertumbuhan kredit hingga 13,8% yoy, ditopang dengan peredaran uang primer atau M0 yang tumbuh 18,2%.

"Untungnya naik juga. Artinya apa menggambarkan keadaan yang real," tegas Purbaya.

Dengan catatan itu, Purbaya mengklaim aktivitas ekonomi Indonesia bergerak dengan sangat baik hingga saat ini, sehingga sinyal potensi resesi tak tergambar.

"Ekonomi activity naik signifikan. Angka PDB bagus, itu double check," ujar Purbaya.

(arj/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Survei LPEM UI: Inflasi & Stagnasi Pasar Tenaga RI Jadi Sorotan


Most Popular
Features