MARKET DATA

Surplus Dagang RI Terendah 6 Tahun, Purbaya Sebut Efek Impor BBM Naik

Robertus Adrianto,  CNBC Indonesia
05 June 2026 14:01
Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 pada Jumat, 5 Juni 2026 pukul 13.30 WIB di Aula Djuanda, Gedung Djuanda I Lantai Mezzanine, Kementerian Keuangan. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Foto: Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 pada Jumat, 5 Juni 2026 pukul 13.30 WIB di Aula Djuanda, Gedung Djuanda I Lantai Mezzanine, Kementerian Keuangan. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan penyebab surplus neraca perdagangan Indonesia yang melemah pada April 2026, bahkan menjadi yang terlemah dalam enam tahun terakhir.

Ia mengatakan, penyebab utamanya ialah impor bahan bakar minyak (BBM) yang meninggi. Tak terlepas dari gejolak perang di Timur Tengah hingga menyebabkan harga minyak mentah dunia bergejolak sangat tinggi.

"Karena impor BBM meningkat," kata Purbaya saat konferensi pers di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Sebagaimana diketahui, - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia pada April 2026 yang sebesar US$ 90 juta merupakan catatan terendah dalam enam tahun terakhir atau selama periode 72 bulan.

Surplus neraca perdagangan itu pun sudah merosot dalam bila dibandingkan dengan catatan per Maret 2026 sebesar US$ 3,32 miliar, dan bila dibanding catatan per April 2025 surplusnya juga masih rendah, padahal saat itu tercatat sebesar US$ 160 juta.

Impor komoditas minyak dan gas bumi atau migas Indonesia mengalami peningkatan pesat pada April 2026. Nilainya sebesar US$ 4,60 miliar atau naik 82,52% dibanding April 2025 yang sebesar US$ 2,5 miliar.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini mengatakan, kenaikan impor ini utamanya dipicu oleh impor hasil minyak alias BBM yang tumbuh 87,76%. Berasal dari Malaysia, Singapura, dan Mesir.

"Peningkatan nilai impor hasil minyak sebesar 87,76% dengan negara asal impornya itu Malaysia, Singapura, dan Mesir," kata Pudji saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

(arj/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Dolar Tembus Rp17.600, Cek Segini Impor BBM-LPG RI


Most Popular
Features