MARKET DATA

Purbaya Ungkap Kesalahan 10 Perusahaan CPO, Benarkah Underinvoicing?

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
26 May 2026 14:03
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Jumat (22/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Jumat (22/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa 10 perusahaan yang diduga melakukan transfer pricing dan underinvoicing. Hal ini diungkapkan oleh Purbaya saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (25/5/2026).

Purbaya pun menjelaskan beda underinvoicing dan transfer pricing, jika perusahaan melakukan underinvoicing maka volumenya berubah, tetapi harganya sama. Lalu, jika transfer pricing, maka volumenya yang diekspor perusahaan sama tetapi harga yang diekspornya direkayasa.

"Itu transfer pricing juga bisa. Underinvoicing, volumenya berubah. Tapi, sama saja dua-duanya. Kalau saya sih lihat dua-duanya itu. Underinvoicing, karena ada transfer pricing. Di sini yang dilaporkan jadi...Enggak, sih. Mungkin lebih transfer pricing," papar Purbaya kepada pewarta.

Menurut Purbaya, mereka melakukan pencatatan ekspor dengan benar di Indonesia, lalu mengubah catatannya ketika transhipment di Singapura.

"Di sini benar. Di sana salah. Jadi, harga yang dibayar... Data ekspor dia lebih rendah daripada yang seharusnya 50% di bawah, kira-kira gitu," katanya.

Adapun, Purbaya menuturkan penyelidikan lebih lanjut dari temuan Kementerian Keuangan ini masih ditindaklanjuti oleh Kejagung dan BPKP. Purbaya mengaku sudah menyerahkan kepada Kejagung tiga bulan yang lalu.

"Jadi, data itu sudah ada tiga bulan yang lalu. Sampai ke mereka. Mungkin dua bulan, tiga bulan yang lalu saya disusulin sama mereka," kata Purbaya.

Purbaya mengatakan tidak bisa merilis nama-nama perusahaan eksportir crude palm oil (CPO) yang terduga melakukan underinvoicing dan transfer pricing ini. Namun, dia mengatakan 10 perusahaan CPO tersebut merupakan eksportir besar.

"Oh, itu namanya belum kita sebutin, kan. Nanti saya dituntut. Tapi ada sih datanya sepuluh...Campur, kali. Sepuluh eksportir terbesar," ujar Purbaya.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bocoran Purbaya: 10 Perusahaan CPO 'Nakal' Merupakan Eksportir Besar


Most Popular
Features