BBM Kembali Naik, 4 Kali dalam 10 Hari
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan bahan bakar milik negara di India kembali menaikkan harga bensin dan solar untuk keempat kalinya dalam 10 hari terakhir pada Senin (25/5/2026). Kenaikan ini dipicu perang di kawasan Timur Tengah yang memperketat pasokan energi global.
Lonjakan harga terjadi setelah konflik yang pecah sejak Februari memicu blokade hampir total Iran terhadap Selat Hormuz, jalur pelayaran energi paling vital di dunia. Kondisi tersebut menekan pasokan minyak bagi India yang merupakan importir minyak mentah terbesar ketiga di dunia.
Sekitar separuh impor minyak mentah India biasanya melewati Selat Hormuz. Gangguan distribusi membuat harga bahan bakar kendaraan di negara itu melonjak sekitar 5% sejak perang dimulai.
Harga BBM di tiap wilayah India berbeda-beda, meski secara umum pemerintah menaikkan harga lebih dari 2 rupee atau sekitar US$0,02 per liter dalam penyesuaian terbaru. Dengan kurs Rp17.725 per dolar AS, kenaikan tersebut setara sekitar Rp354 per liter.
Di New Delhi, harga bensin kini naik menjadi 102,12 rupee dari sebelumnya 99,5 rupee. Sementara harga solar meningkat menjadi 95,20 rupee per liter.
Kenaikan harga energi ini terjadi hanya beberapa hari setelah Perdana Menteri (PM) Narendra Modi mengatakan pembatasan penggunaan bahan bakar diperlukan guna menghemat devisa negara yang terkuras akibat impor energi.
Kenaikan Minyak Rusia
Di tengah tekanan pasokan dari Timur Tengah, India juga meningkatkan pembelian minyak mentah dari Rusia. Langkah itu dilakukan setelah adanya pengecualian sementara terhadap sanksi Amerika Serikat.
Awal bulan ini, Menteri Perminyakan dan Gas Alam India Hardeep Singh Puri mengungkapkan perusahaan pemasaran minyak mengalami penurunan pendapatan signifikan. "Kerugian mencapai hingga US$120 juta (setara sekitar Rp2,13 triliun) per hari," ujar Puri, seperti dikutip AFP.
Meski demikian, Puri memastikan pasokan energi nasional tetap aman. Ia menegaskan pemerintah menjamin "impor dan pasokan energi tidak terganggu".
(tfa/sef) Add
source on Google