4 Perkembangan Terkini Proposal Damai AS-Iran, Selat Hormuz Buka?
Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) dan Iran tampaknya kini "lebih dekat" dari sebelumnya untuk mencapai kesepakatan damai. Sebelumnya perang sudah terjadi hampir tiga bulan dan mengguncang stabilitas kawasan Timur Tengah serta mengganggu pasar minyak global.
Presiden AS Donald Trump sendiri mengatakan pembicaraan proposal damai konstruktif. Namun, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ia telah sepakat dengan Trump bahwa kesepakatan akhir apa pun harus sepenuhnya mengakhiri "ancaman nuklir" Iran.
Di sisi lain, kantor berita Tasnim Iran mengatakan sebenarnya, klausul-klausul kunci dari kemungkinan kesepakatan masih belum terselesaikan, termasuk masalah aset Iran yang dibekukan. Lalu apa saja faktanya?
Berikut perkembangannya, dirangkum dari AFP, Senin (25/5/2026).
1.Nuklir
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan masalah nuklir bukanlah bagian dari kerangka kerja awal. Masalah ini akan "menjadi subjek diskusi terpisah" di kemudian hari.
Namun, New York Times, mengutip dua pejabat Amerika yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa elemen kunci dari kesepakatan yang diusulkan adalah komitmen nyata dari Teheran untuk melepaskan persediaan uranium yang sangat diperkaya. Sebelumnya Iran sudah menegaskan pemurnian uraniumnya bukan untuk nuklir sepertinya yang diklaim Barat.
"Pertanyaan tentang bagaimana Iran akan melakukannya akan dibahas dalam putaran negosiasi selanjutnya mengenai program nuklir Iran," kata surat kabar itu.
Namun, kantor berita Fars dan Tasnim Iran melaporkan bahwa Iran tidak membuat komitmen apa pun terkait program nuklirnya. Kedua kantor berita tersebut mengatakan bahwa isu-isu terkait nuklir akan dinegosiasikan dalam waktu 60 hari setelah kesepakatan ditandatangani.
"Iran tidak membuat komitmen dalam perjanjian ini untuk menyerahkan persediaan nuklir, memindahkan peralatan, menutup fasilitas, atau bahkan berkomitmen untuk tidak membangun bom nuklir," lapor kedua laman itu.
Sementara itu, Netanyahu mengatakan bahwa dalam percakapan pada hari Sabtu, Trump dan dirinya sepakat bahwa setiap perjanjian akhir dengan Iran harus sepenuhnya menghilangkan ancaman nuklir. Ini berarti, tambahnya, membongkar fasilitas pengayaan uranium Iran dan memindahkan material nuklir yang diperkaya dari wilayah Iran.
2.Nasib Selat Hormuz?
Salah satu poin penting yang menjadi kendala dalam pembicaraan adalah lalu lintas melalui Selat Hormuz, jalur vital global untuk pengiriman minyak yang telah berada di bawah kendali Iran sejak pecahnya perang. Iran bersikeras bahwa kapal harus mendapatkan izin dari angkatan bersenjatanya.
Namun Trump mengatakan pada hari Sabtu bahwa selain banyak elemen lain dari perjanjian tersebut, kemajuan terjadi untuk Selat Hormuz, di mana perairan itu akan dibuka. Hal ini menjadi perkembangan yang membawa kelegaan bagi pasar energi global.
Namun, kantor berita Fars mengatakan bahwa, jika diselesaikan, perjanjian potensial tersebut akan mempertahankan kendali Iran atas jalur air strategis tersebut. Tasnim melaporkan bahwa "status Selat Hormuz tidak akan kembali ke situasi sebelum perang".
"Blokade angkatan laut, menurut kerangka kerja yang dilaporkan, juga perlu dicabut sepenuhnya dalam waktu 30 hari," lapor laman Iran itu merujuk pada blokade pelabuhan Iran oleh AS.
3.Aset Iran dan Sanksi
Iran telah lama menuntut pelepasan asetnya yang dibekukan di bawah sanksi AS yang telah berlangsung lama. Menurut Tasnim, Iran bersikeras bahwa setiap kesepakatan awal harus dikondisikan pada setidaknya akses sebagian ke aset-aset tersebut.
Tasnim mengutip sumber yang mengetahui masalah ini yang mengatakan bahwa Iran telah menekankan bahwa tidak akan ada kesepakatan kecuali sebagian aset Iran yang dibekukan dilepaskan pada tahap pertama. Mekanisme yang jelas juga harus ditetapkan untuk menjamin pelepasan berkelanjutan dari semua dana yang diblokir.
"Ketidaksepakatan mengenai masalah ini adalah salah satu alasan mengapa belum ada kesepakatan akhir yang tercapai," ujar sumber Tasmin.
Menurut Fars, kesepakatan potensial juga akan mencakup pencabutan sementara sanksi AS ke Iran. Ini termasuk minyak, gas, dan petrokimia selama periode negosiasi.
4.Lebanon?
Israel telah melakukan serangan harian di Lebanon meskipun ada gencatan senjata yang dimediasi AS. Negeri Zionis mengatakan bahwa mereka menargetkan Hizbullah.
Iran sebelumnya mengatakan bahwa setiap gencatan senjata harus berlaku untuk semua front perang regional, termasuk Lebanon. Hizbullah pun mengatakan bahwa mereka yakin sekutunya tidak akan meninggalkannya.
Tasnim melaporkan bahwa nota kesepahaman (MOU) akan diumumkan terlebih dahulu, yang menekankan penghentian pertempuran di semua lini, termasuk di Lebanon. Menurut laman tersebut, berdasarkan kesepakatan Israel, sebagai sekutu AS, juga diharapkan untuk menghentikan perang di Lebanon.
"Baqaei mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa pada tahap ini, kami tidak akan membahas detail masalah nuklir... kami telah memutuskan untuk memprioritaskan masalah mendesak bagi kita semua: mengakhiri perang di semua lini termasuk Lebanon," muat laman tersebut mengutip jubir luar negeri.
(sef/sef) Add
source on Google