MARKET DATA
Internasional

Putin Ngamuk! Rusia Hujani Ukraina dengan 90 Rudal & 600 Drone

tfa,  CNBC Indonesia
25 May 2026 06:05
A firefighter works at the site of a recyclable materials warehouse hit by a Russian missile strike, amid Russia's attack on Ukraine, in Kyiv, Ukraine April 16, 2026. REUTERS/Valentyn Ogirenko
Foto: REUTERS/Valentyn Ogirenko

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia melancarkan salah satu serangan udara terbesar sejak perang pecah pada 2022. Moskow dilaporkan menghujani Ukraina dengan 90 rudal dan 600 drone, termasuk rudal hipersonik Oreshnik yang diklaim mampu membawa hulu ledak nuklir.

Serangan besar-besaran itu menghantam Kyiv dan wilayah sekitarnya pada Senin (25/5/2026) dini hari waktu setempat. Otoritas Ukraina melaporkan sedikitnya empat orang tewas dan lebih dari 80 lainnya luka-luka akibat rentetan serangan tersebut.

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko menggambarkan malam itu sebagai salah satu yang paling mencekam bagi ibu kota Ukraina.

"Ini adalah malam yang mengerikan bagi Kyiv. Saat ini, tim penyelamat sedang memadamkan api dan membersihkan puing-puing. Petugas medis memberikan bantuan kepada para korban," ujar Klitschko melalui Telegram, seperti dikutip CNBC International.

Ledakan terdengar di berbagai titik kota sejak sekitar pukul 01.00 dini hari. Serangan itu memicu kerusakan pada puluhan bangunan apartemen, sekolah, kantor, hingga fasilitas umum. Jendela gedung Kementerian Luar Negeri Ukraina dilaporkan pecah akibat gelombang ledakan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Rusia untuk ketiga kalinya menggunakan rudal hipersonik Oreshnik sejak invasi besar-besaran dimulai pada Februari 2022.

Rudal Oreshnik diketahui memiliki jangkauan ribuan kilometer dan disebut mampu membawa hulu ledak nuklir. Dalam serangan terbaru, rudal tersebut menghantam Bila Tserkva, kota berpenduduk sekitar 200.000 jiwa yang berjarak sekitar 64 kilometer dari pinggiran Kyiv.

"Penting agar ini tidak dibiarkan tanpa konsekuensi bagi Rusia," kata Zelenskyy. "Keputusan diperlukan dari Amerika Serikat, Eropa, dan pihak lainnya."

Menurut Zelenskyy, Rusia juga menargetkan fasilitas pasokan air Ukraina. Ia menuding Moskow sengaja mencoba melumpuhkan infrastruktur penting menjelang musim panas saat kebutuhan air meningkat.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menyebut serangan tersebut sebagai balasan atas serangan Ukraina ke target sipil di wilayah Rusia. Moskow mengklaim telah menggunakan berbagai rudal canggih seperti Oreshnik, Iskander, Kinzhal, dan Zircon untuk menghantam fasilitas militer Ukraina.

Kantor berita Interfax mengutip pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia yang mengatakan target serangan meliputi pusat komando militer, pangkalan udara, lokasi intelijen, hingga fasilitas industri pertahanan Ukraina. Namun Ukraina membantah menargetkan warga sipil Rusia.

Di Kyiv, ribuan warga berlarian menuju stasiun metro untuk berlindung dari rentetan ledakan yang berlangsung berjam-jam.

Serangan juga meluas ke wilayah lain Ukraina. Dua orang dilaporkan tewas dan sembilan lainnya terluka di wilayah Kyiv yang lebih luas. Sementara di kota Cherkasy, sebuah drone menghantam blok apartemen dan melukai 11 orang.

Saat matahari terbit, asap hitam tampak membumbung di berbagai sudut Kyiv. Petugas pemadam kebakaran dan tim penyelamat terus bekerja mengevakuasi korban dari bangunan yang rusak parah.

Salah satu bangunan apartemen lima lantai bahkan dilaporkan runtuh di bagian depan akibat hantaman serangan.

Sebelumnya, Zelenskyy telah memperingatkan adanya indikasi Rusia tengah menyiapkan serangan menggunakan Oreshnik berdasarkan intelijen Ukraina, Amerika Serikat, dan Eropa. Presiden Rusia Vladimir Putin sendiri pernah mengklaim rudal Oreshnik hampir mustahil dicegat karena melaju dengan kecepatan lebih dari 10 kali kecepatan suara.

(tfa/tfa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Putin Menggila, Rusia Tembak 200 Lebih Drone ke Ukraina


Most Popular
Features