MARKET DATA
Internasional

Langit Eropa Memanas! Rusia Bombardir Ukraina, NATO Kirim Jet Tempur

luc,  CNBC Indonesia
27 February 2026 13:40
Jet F-35 Angkatan Udara AS dan jet F-16 Angkatan Udara Polandia berpartisipasi dalam parade militer pada Hari Angkatan Bersenjata, dirayakan setiap tahun pada tanggal 15 Agustus untuk memperingati kemenangan Polandia atas Tentara Merah Uni Soviet pada tahun 1920, di Warsawa, Polandia, 15 Agustus , 2023. (REUTERS/Kacper Pempel)
Foto: Jet F-35 Angkatan Udara AS dan jet F-16 Angkatan Udara Polandia berpartisipasi dalam parade militer pada Hari Angkatan Bersenjata, dirayakan setiap tahun pada tanggal 15 Agustus untuk memperingati kemenangan Polandia atas Tentara Merah Uni Soviet pada tahun 1920, di Warsawa, Polandia, 15 Agustus , 2023. (REUTERS/KACPER PEMPEL)

Jakarta, CNBC Indonesia - Polandia, anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), memutuskan mengerahkan jet tempurnya menyusul gelombang serangan besar Rusia ke Ukraina. Langkah siaga ini diambil di tengah kekhawatiran bahwa agresi Moskow dapat meluas hingga mendekati wilayah aliansi Barat tersebut.

Militer Polandia mengumumkan melalui media sosial X bahwa pesawat tempur telah diterbangkan setelah terjadi "serangan masif lainnya" oleh Rusia terhadap Ukraina. Dalam pernyataannya, angkatan bersenjata Polandia menyebut bahwa "sistem pertahanan udara berbasis darat dan pengintaian radar telah mencapai tingkat kesiapan maksimum."

Warsawa menegaskan pengerahan tersebut bersifat pencegahan. Langkah itu, menurut pernyataan resmi, "bertujuan untuk mengamankan wilayah udara dan perlindungannya, khususnya di daerah yang berdekatan dengan zona yang terancam."

Artinya, fokus pengamanan berada di wilayah yang berbatasan langsung atau berdekatan dengan zona yang terancam akibat serangan Rusia.

Tiga jam kemudian, militer Polandia kembali memberikan pembaruan. Dalam unggahan lanjutan, mereka menyatakan bahwa pengerahan pesawat tempur telah diakhiri dan sistem pertahanan udara berbasis darat serta radar telah kembali ke aktivitas operasional standar.

Dalam pernyataan itu juga ditegaskan bahwa wilayah udara Polandia tidak dilanggar oleh serangan Rusia. Namun, tidak ada rincian lokasi spesifik yang disebutkan terkait langkah pengamanan terbaru tersebut.

Ini bukan pertama kalinya Polandia mengambil tindakan serupa sejak Rusia meningkatkan intensitas pengeboman terhadap kota-kota Ukraina.

Polandia secara rutin menerbangkan jet tempurnya sebagai respons terhadap serangan Rusia ke Ukraina, terutama ketika rudal dan drone Moskow menyasar wilayah barat Ukraina yang berbatasan langsung dengan Polandia.

Agresi Rusia telah membuat NATO waspada terhadap kemungkinan meluasnya konflik ke wilayah aliansi tersebut.

Sehari sebelumnya, anggota NATO lainnya, Rumania, juga mengambil langkah serupa. Dua jet F-16 dikerahkan setelah terdeteksi drone di dekat wilayah udaranya di kawasan Danube, utara Kabupaten Tulcea.

"Pesawat tanpa awak itu sempat memasuki wilayah udara nasional, di daerah Sfântu Gheorghe, tanpa membahayakan nyawa manusia, dan keluar di sebelah utara Sulina, hanya terbang di atas perairan teritorial," tulis militer Rumania.

Serangan Gabungan Rusia ke Sejumlah Kota

Sementara itu di Ukraina, otoritas setempat pada Kamis mengatakan bahwa Rusia melancarkan serangan gabungan menggunakan rudal dan drone ke berbagai wilayah. Kota-kota yang menjadi sasaran meliputi Kyiv, Kharkiv, Zaporizhzhia, dan Kryvyi Rih.

Serangan tersebut dilaporkan merusak bangunan tempat tinggal dan infrastruktur sipil.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan melalui media sosial bahwa Rusia meluncurkan 427 drone dan 39 rudal. Targetnya termasuk infrastruktur gas di wilayah Poltava serta gardu listrik di wilayah Kyiv dan Dnipro.

Menurut Zelensky, sebagian besar proyektil berhasil ditembak jatuh oleh pertahanan udara Ukraina. Namun ia memperingatkan bahwa ancaman belum berakhir.

"Cuaca dingin belum sepenuhnya mereda dan rudal pertahanan udara dibutuhkan setiap hari sementara Rusia berupaya menghancurkan sektor energi kita," tulisnya, dilansir Newsweek, Jumat (27/2/2026).

Serangan semalam itu menyebabkan sedikitnya 26 orang terluka. Eskalasi ini terjadi hanya sepekan setelah pembicaraan damai antara Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat berlangsung di Jenewa, Swiss.

 

(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Awas Perang dengan Rusia, Jet Tempur Mulai "Meraung" di Pintu NATO


Most Popular
Features