Ngeri! Rusia Kirim 'Hujan' Rudal, Ledakan Pecah di Mana-Mana
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah ledakan keras mengguncang wilayah-wilayah Ukraina, Kamis (26/2/2026) pagi waktu setempat. Serangan terjadi persis setelah otoritas keamanan mengeluarkan peringatan di ibu kota Ukraina, Kyiv.
Angkatan Udara Ukraina melaporkan adanya target berkecepatan tinggi yang menuju ke arah Kyiv sesaat sebelum Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Tymur Tkachenko, mengonfirmasi bahwa Rusia sedang menyerang kota tersebut. Dilaporkan pesawat nirawak (drone) serang dan rudal balistik "menghujani" kota.
"Pertahanan udara sedang beroperasi,"Â kata Tkachenko melalui saluran resminya di aplikasi Telegram.
"Tetaplah berada di tempat perlindungan sampai peringatan berakhir!" tambahnya dimuat AFP.
Namun, agresi militer Rusia kali ini tidak terbatas pada wilayah ibu kota saja. Serangan juga menyasar beberapa titik strategis lainnya di penjuru negeri.
Wali Kota Kharkiv, Igor Terekhov, melaporkan bahwa dua ledakan terdengar di wilayah timur laut. Dilaporkan drone Shahed milik Rusia menargetkan area pemukiman.
Ia memperingatkan penduduk untuk tetap berada di tempat perlindungan karena adanya ancaman drone dan rudal yang terbang menuju pusat kota. Beberapa saat kemudian, Terekhov pun melaporkan adanya serangan udara gabungan yang menghantam distrik Shevchenkivsky dan Kyivsky.
Sementara itu di wilayah tenggara, Kepala Wilayah Zaporizhzhia Ivan Fedorov, mengonfirmasi bahwa kotanya juga berada di bawah serangan hebat. Fedorov melaporkan terjadinya beberapa ledakan dan mencatat setidaknya satu orang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Situasi serupa terjadi di Kryvyi Rig, di mana Kepala Administrasi Wilayah Dnipropetrovsk, Oleksandr Ganzha, menyatakan bahwa serangan Rusia telah melukai seorang pria berusia 89 tahun. Serangan tersebut memicu kebakaran hebat yang merusak sebuah bangunan bertingkat tinggi di wilayah itu.
Foto: Para prajurit Ukraina menembak jatuh sebuah drone Rusia selama serangan rudal dan drone Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina, 26 Februari 2026. (REUTERS/Gleb Garanich) |
Rentetan serangan ini memperpanjang daftar pemboman semalam yang dihadapi Ukraina dalam beberapa bulan terakhir. Rusia terus menargetkan kota-kota besar dengan rudal dan drone di tengah kondisi musim dingin yang ekstrem.
Perlu diketahui, Presiden Rusia Vladimir Putin memulai perang ini empat tahun lalu dengan alasan untuk membebaskan kelompok berbahasa Rusia di Ukraina Timur yang disebutnnya mendapatkan persekusi yang keras dari Kyiv. Selain itu, hal ini dilakukan agar Ukraina membatalkan rencananya untuk masuk ke dalam NATO.
Amerika Serikat (AS) saat ini tengah berupaya keras untuk mengakhiri konflik. Washington diketahui berencana bertemu delegasi Moskow di Jenewa dalam waktu dekat.
Perang telah merenggut ratusan ribu nyawa. Pertempuran keduanya menghancurkan sebagian besar wilayah, terutama di kawasan timur dan selatan Ukraina.
source on Google [Gambas:Video CNBC]
Foto: Para prajurit Ukraina menembak jatuh sebuah drone Rusia selama serangan rudal dan drone Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina, 26 Februari 2026. (REUTERS/Gleb Garanich)