SKK Migas Bidik Tambahan Pengeboran 100 Sumur Eksplorasi Tahun Ini

Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Jumat, 22/05/2026 18:20 WIB
Foto: Aristya Rahadian Krisabella

Tangerang, CNBC Indonesia - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan penambahan pengeboran 100 sumur eksplorasi pada tahun ini. Hal ini sebagai upaya pemerintah dalam mencari cadangan migas baru.

Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Rikky Rahmat Firdaus menjelaskan bahwa target pengeboran sumur eksplorasi pada tahun ini sejatinya ditetapkan sebesar 39 sumur.

Namun demikian, SKK Migas mempunyai program ambisius bertajuk Triple 100, yang mencakup pengeboran 100 sumur eksplorasi, 100 sumur multi-stage fracturing, dan 100 sumur pengembangan.


"Pimpinan kami memberikan arahan untuk menjalankan program "Triple 100", yakni 100 sumur eksplorasi, 100 inisiatif multistage fracturing dan multilayer fracturing, serta 100 tambahan sumur pengembangan," kata Rikky dalam acara The 50th IPA Convex 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Jumat (22/5/2026).

Lebih lanjut, Rikky membeberkan untuk 2026, pihaknya bersama para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) telah menyusun program kerja dan anggaran sejak akhir 2025 guna mengejar target produksi minyak sebesar 610 ribu barel per hari yang ditetapkan pemerintah.

Adapun guna mendukung target tersebut, SKK Migas telah menyetujui program pengeboran sebanyak 832 sumur pengembangan dan 39 sumur eksplorasi yang akan dijalankan oleh 157 kontraktor migas.

Sebelumnya, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan untuk mendukung program tersebut, SKK Migas telah menandatangani nota kesepahaman dengan Schlumberger, Halliburton dan PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) guna menyiapkan unit pengeboran.

"Kemudian pengeboran pengembangan, itu tadi sudah sampaikan kita tahun ini totalnya ada 880 sekian untuk pengeboran sumur pengembangannya," katanya.

Djoko menegaskan bahwa strategi peningkatan produksi tidak dapat berjalan tanpa dukungan fungsi bisnis dan pengadaan barang dan jasa. Adapun, regulator hulu migas di beberapa negara tetangga juga telah memberikan masukan dalam perencanaan jangka panjang.

"Sehingga akan menjadi efisien di dalam pengeluaran untuk penyediaan barang dan jasanya, terutama di daerah-daerah perbatasan kita bisa saling meminjam fasilitas dan menggunakan fasilitas bersama. Dengan jadwal yang disesuaikan di dengan negara-negara sekitar," ujarnya.


(wia) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pertamina & SKK Migas Optimalisasi Produk Lokal di Hulu Migas