MARKET DATA
Tabrakan KA Argo Bromo Vs KRL

Temuan KNKT Soal Masalah Sinyal Sebelum Tabrakan KA di Bekasi Timur

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
22 May 2026 17:16
Petugas gabungan mengevakuasi puing-puing di lokasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa, (28/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Petugas gabungan mengevakuasi puing-puing di lokasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa, (28/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membeberkan laporan investigasi awal terkait kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line relasi Kampung Bandan-Cikarang di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 lalu. Kecelakaan tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek bernomor KA 4B relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi dengan KRL bernomor KA 5568A relasi Kampung Bandan-Cikarang.

Ini adalah hasil investigasi awal yang diumumkan KNKT di depan Komisi V DPR. Sedangkan hasil lengkap investigasi tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL akan diumumkan 3 bulan mendatang.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan dalam laporan awal tersebut, ada tiga penyebab terjadinya kecelakaan kedua kereta api tersebut. Pertama adanya anomali persinyalan antara Stasiun Bekasi dan Stasiun Bekasi Timur.

"Berdasarkan hasil simulasi pelayanan KA (Train Stepping) yang dilakukan pada Equipment Room Stasiun Bekasi dan simulasi lapangan pasca kejadian, dengan skenario rute perjalanan KA berjalan langsung dari jalur 3 Stasiun Bekasi dan kondisi track 104BT (area Stasiun Bekasi Timur) terisi, sinyal keluar J12 (Stasiun Bekasi) dapat menunjukkan aspek berwarna hijau (semboyan 5) atau aspek aman," kata Soerjanto dalam paparannya di rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI, Kamis (21/5/2026).

Petugas gabungan mengevakuasi puing-puing usai kecelakaan kereta appi di Sitasiun Bekasi TImur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).  CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Petugas gabungan mengevakuasi puing-puing usai kecelakaan kereta appi di Sitasiun Bekasi TImur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Petugas gabungan mengevakuasi puing-puing usai kecelakaan kereta appi di Sitasiun Bekasi TImur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

"Sinyal pengulang atau sinyal repeater blok UB104 menunjukkan cahaya mendatar menyala berwarna putih (semboyan 9C3) yang menunjukkan sinyal blok indikasi merah. Lalu, sinyal blok B104 menunjukkan aspek berwarna merah (semboyan 7). Dari simulasi pelayanan KA yang dilakukan menunjukkan hasil yang konsisten dari aspek persinyalannya," imbuhnya.

Hal ini menandakan sinyal di Stasiun Bekasi tidak bisa mendeteksi KA 5568A di Stasiun Bekasi Timur, yang menunjukkan bahwa sinyal keluar Stasiun Bekasi menunjukkan aspek aman atau lampu hijau menyala. Kemudian sinyal pengulang menunjukkan aspek tidak aman atau lampu garis datar menyala, dan sinyal blok menunjukkan aspek tidak aman atau menyala merah.

Padahal seharusnya, sinyal keluar Stasiun Bekasi menunjukkan aspek hati-hati atau lampu kuning menyala, jika aspek sinyal di depannya masih menunjukan indikator tidak aman atau menyala merah.

"Sinyal di Bekasi yang tidak bisa mendeteksi adanya 5568 (KRL) di Bekasi Timur itu ada satu kondisi yang unshift condition di kondisi itu," ucapnya.

(wur/wur) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Fakta Penyebab Utama KA Argo Bromo Tabrak KRL: Sinyal dan Komunikasi


Most Popular
Features