MARKET DATA
Tabrakan KA Argo Bromo Vs KRL

Segini Kecepatan KA Argo Bromo Anggrek saat Tabrak KRL di Bekasi Timur

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
22 May 2026 12:52
Suasana saat proses evakuasi penumpang yang terjebak di rangkaian commuter line usai dtertabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)
Foto: Suasana saat proses evakuasi penumpang yang terjebak di rangkaian commuter line usai dtertabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Satu demi satu fakta tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 lalu terungkap. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mulai menguak peristiwa yang merenggut korban jiwa sebanyak 16 orang tersebut.

Salah satu temuan dari KNKT mengarah ke komunikasi antar Pusat Kendali (PK). Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengungkapkan adanya miskomunikasi antara pengendali perjalanan kereta api (PK). Selain itu, sistem komunikasi tersebut dianggap terlalu berbelit.

"Sistem komunikasi Petugas Pusat Pengendalian Operasi Kereta Api (PK) terlalu berbelit. KA 5568A menggunakan Radio Sepura dan berada pada wilayah komunikasi S.27 (PK Selatan). Sementara, KA 4B Argo Bromo Anggrek menggunakan radio lokomotif dan berada pada wilayah komunikasi S.1 (PK Timur). Ini membuat jeda terlalu lama karena PK Selatan harus memberitahukan kepada Chief. Lalu, chief meneruskan informasi ke PK Timur. Ini perlu diperbaiki," jelas dia dalam paparannya di rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI, Kamis (21/5/2026).

Ia mengungkapkan, PK tidak mengetahui kondisi sebenarnya di Stasiun Bekasi, mengingat komunikasi dilakukan melalui suara radio.

Petugas gabungan mengevakuasi puing-puing di lokasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa, (28/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Petugas gabungan mengevakuasi puing-puing di lokasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa, (28/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Petugas gabungan mengevakuasi puing-puing di lokasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa, (28/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

"Kami mendapat laporan dari masinis KA Argo Bromo Anggrek, bahwa Ia sempat melakukan pengereman dari jarak 1,3 km, setelah menerima informasi bahwa di depan ada temperan KRL. Masinis sudah mencoba pengereman. Cuma di PK tidak tahu kondisi sebenarnya di sekitar Stasiun Bekasi Timur, karena komunikasi kan lewat suara saja, lewat radio di kabin. Jadi PK tidak tahu kondisi sebenarnya seperti apa, tetapi mereka hanya memberi tahu kalau ada temperan, dan masinis sudah berupaya mengerem," terangnya.

Berikutnya, juga ada alasan miskomunikasi antara PK Stasiun Bekasi dengan masinis KA Argo Bromo Anggrek, di mana masinis hanya diminta oleh PK untuk melakukan pengereman bertahap, bukan pengereman secara penuh, sehingga kejadian tabrakan pun tak terhindarkan.

"Informasi dari PK Timur, KA 4B Argo Bromo Anggrek hanya diminta untuk melakukan pengereman secara bertahap dan perbanyak semboyan 35 (klakson), serta status jalur hulu dan hilir belum didapatkan informasi dari lintas terkait ruang bebas KA (prepal)," ujarnya.

Soerjanto menjelaskan KA 4B Argo Bromo Anggrek sejatinya sudah melakukan upaya pengereman darurat saat melewati sinyal blok sebelum Stasiun Bekasi Timur. Namun karena PK hanya meminta kepada masinis KA 4 B untuk melakukan pengereman bertahap, maka tabrakan pun tidak bisa dihindari.

"Dari data logger yang ditampilkan, KA 4B Argo Bromo Anggrek melakukan emergency brake dan independent brake 300 meter dari sinyal blok sebelum Stasiun Bekasi Timur. Tabrakan terjadi pada kecepatan 40-60 km/jam," pungkasnya.

(wur/wur) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article KNKT Turun Gunung Investigasi Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek Vs KRL


Most Popular
Features