Rosan Ungkap Alasan Pilih Luke Thomas Jadi Bos BUMN Khusus Ekspor DSI

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Jumat, 22/05/2026 16:12 WIB
Foto: CEO Danantara Rosan P. Roeslani. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani buka suara perihal alasan Luke Thomas Mahony ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Badan ini yang dipersiapkan pemerintah untuk mengelola tata niaga ekspor komoditas strategis Indonesia seperti batu bara, minyak kelapa sawit dan juga paduan besi/ferro aloy.

Rosan melihat pengalaman Thomas di PT Vale Indonesia Tbk dan sudah lama di dunia perdagangan. Sehingga dinilai mumpuni untuk memimpin PT DSI. Bahkan, dia juga melihat Thomas juga lama tinggal di Indonesia.

"Ya kita kan melihat banyak pertimbangan juga, ini kan lebih menjadi track record-nya juga dan dia kan sangat memahami juga, pengalaman sebelumnya baik di perusahaan multinasional di Vale dan dia pun bisa Bahasa Indonesia juga, memang istrinya orang Indonesia," kata Rosan, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (22/5/2026).


"Tapi yang paling penting justru kita lihat pengalaman trading-nya ada, minerals-nya ada, jadi pimpinan di banyak perusahaan mineral, jadi dan networking-nya juga baik dan yang paling penting kita lihat selama ini juga di Danantara kerjanya juga sangat-sangat baik," tambahnya.

Diketahui, Luke bukan sosok baru di lingkungan pertambangan Indonesia dan Danantara. Sebelumnya dia menjabat sebagai SEVP Business Performance & Optimization Danantara Indonesia sejak September 2025.

Luke Mahony merupakan warga negara Australia yang kini berdomisili di Jakarta. Dia juga pernah menjabat Direktur sekaligus Chief Strategy and Technical Officer PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) dari Juli 2024 sampai mengundurkan diri pada Juli 2025.

Luke memiliki pengalaman panjang di industri pertambangan global, termasuk di BHP Billiton dan Xstrata Coal.

Dari sisi pendidikan, Luke Mahony memiliki latar belakang akademik yang kuat di bidang pertambangan dan keuangan. Ia merupakan lulusan University of New South Wales, Australia, dengan gelar sarjana Mining Engineering pada 2002.

Tak berhenti di sana, Luke juga mengantongi tiga gelar master, yakni Master Keuangan (2004), Master Teknik Pertambangan (2006), dan Master Geomekanika (2009).

Karier Luke banyak ditempa di industri tambang global. Sebelum bergabung dengan Vale Indonesia, ia sempat menduduki sejumlah posisi penting di perusahaan tambang kelas dunia.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: PT DSI Mulai Ekspor Batu Bara Cs di 1 Januari 2027