Proyek Gas Milik Raksasa Migas Arab Jalan 2028, Segini Produksinya
Jakarta, CNBC Indonesia - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyampaikan proyek Blok South Andaman yang dikembangkan oleh Mubadala Energy mulai dapat berproduksi atau onstream pada 2028.
Deputi Dukungan Bisnis Eka Bhayu Setta menjelaskan proyek tersebut menjadi salah satu pengembangan strategis sektor hulu migas nasional, khususnya untuk meningkatkan pasokan gas domestik.
"Salah satunya adalah untuk proyek di South Andaman di mana KKKS-nya adalah Mubadala Energy. Estimasi produksi yang kami catat untuk gas sebesar 312 MMSCFD dan kondensat 7.500 BCPD," kata Eka dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (21/5/2026).
Adapun, berdasarkan Plan of Development (POD) yang telah disusun nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai US$1,95 miliar. Nilai tersebut juga memperhitungkan annual cost escalation sebesar 2,3% serta komponen pajak.
"Nilai investasinya kalau POD adalah sebesar 1,9 miliar dolar, dengan 2,3% annual cost escalation dan pajaknya. Rencana onstream adalah tahun 2028," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, Mubadala Energy belum lama ini mengumumkan temuan sumber gas jumbo dari sumur eksplorasi laut dalam Tangkulo-1, yang dibor di Blok South Andaman berlokasi sekitar 65-kilometer lepas pantai bagian utara Pulau Sumatera, Indonesia.
Penemuan ini menandai sumur laut dalam kedua yang dioperasikan oleh Mubadala Energy. Sumur Tangkulo-1 dibor hingga kedalaman 3.400 meter di kedalaman laut 1.200 meter, hanya beberapa bulan setelah penemuan besar di sumur Layaran-1, yang masih berada di Blok South Andaman.
Dengan memanfaatkan desain terbaru Drill Stem Test (DST), sumur Tangkulo-1 sukses mengalirkan gas sebesar 47 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) berkualitas dan 1,300 barel kondensat.
Walaupun hasil pengujian terbatas karena fasilitas yang tersedia, namun kapasitas sumur diperkirakan mencapai 80-100 mmscfd dan lebih dari 2,000 barel kondensat.
(ven) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]