Trenggono Mau Bikin Nelayan RI Sejahtera, Begini Caranya
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKP) Sakti Wahyu Trenggono menggeber sejumlah proyek strategis sektor kelautan dan perikanan sepanjang 2025 lalu dan dilanjutkan pada tahun ini. Mulai dari pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), swasembada garam nasional, hingga pengembangan budidaya ikan dan udang.
Di hadapan Komisi IV DPR RI, Trenggono menyebut program-program tersebut disiapkan untuk mendukung pencapaian sasaran pembangunan nasional. Salah satu proyek terbesar yang dijalankan ialah pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih (KMNP). Program ini terbagi dalam dua tahap dengan total anggaran mencapai Rp2,2 triliun, terdiri dari tahap pertama sebesar Rp1,34 triliun dan tahap kedua Rp860 miliar.
"Pertama, (di tahun 2025) ada pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih," ujar Trenggono dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Adapun program tersebut diklaim sudah mencapai progres fisik 100%. KKP pun menargetkan program itu mampu meningkatkan produktivitas nelayan 50%-100% dan menaikkan pendapatan nelayan sekitar 50%-90%.
Selain itu, program ini diproyeksikan menyerap tenaga kerja sekitar 40-50 orang di setiap lokasi. Pemerintah juga menyiapkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai penggerak ekonomi desa di kawasan tersebut.
Pada tahun 2026, pembangunan KMNP kembali dilanjutkan dengan target 1.269. Anggaran yang disiapkan Rp5,34 triliun. Dengan KMNP, peningkatan pendapatan rata-rata nelayan menjadi Rp7,7 juta per bulan.
Tak hanya itu, KKP juga menjalankan Program Swasembada Garam melalui modeling, ekstensifikasi, dan intensifikasi dengan anggaran Rp853 miliar.
"Selain itu, ada juga program swasembada garam, melalui modeling ekstensifikasi dan intensifikasi," katanya.
Program yang progres fisiknya telah mencapai 100% itu ditargetkan mampu meningkatkan produksi garam hingga 400 ribu ton per tahun. Pemerintah juga berharap program tersebut bisa mengurangi ketergantungan impor garam sekaligus meningkatkan kesejahteraan petambak. Pada tahun 2026, proyek tersebut kembali dilanjutkan dengan anggaran Rp1,13 triliun
Di sektor budidaya, KKP mengembangkan Budidaya Ikan Nila Salin (BINS) di Karawang dengan anggaran Rp400 miliar. Program tersebut ditargetkan meningkatkan produktivitas hingga 84 ton per hektare per tahun dan menyerap sekitar 500 tenaga kerja.
Pada tahun 2026 ini, proyek tersebut dilanjutkan dengan anggaran Rp8,86 miliar. Diharapkan dengan proyek ini estimasi volume produksi bisa mencapai 800 ribu ton per tahun senilai Rp20 triliun. Serapan tenaga kerja bisa mencapai hingga 83.300 orang.
Sementara untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), KKP juga mengembangkan budidaya tematik dengan anggaran Rp73 miliar. Trenggono menjelaskan, program itu ditujukan untuk memastikan ketersediaan protein ikan bagi masyarakat lokal sekaligus mendukung pelaksanaan MBG di 100 titik.
Pada tahun 2026 ini, Trenggono juga membangun pengembangan budi daya udang terintegrasi dengan anggaran sebesar Rp873,6 miliar. Estimasi volume produksi mencapai 52 ribu ton per tahun dengan nilai Rp4 triliun. Serapan tenaga kerja bisa mencapai hingga 7.000 orang. prgram ini bisa menumbuhkan industri hulu (pakan bermutu) dan benih unggul dan industri hilir (pengolahan udang).
Selain proyek strategis, ia juga memaparkan progres program pemberdayaan masyarakat kelautan dan perikanan sepanjang 2025. Adapun seluruh program yang disampaikannya disebut telah berstatus selesai.
Beberapa di antaranya bantuan pengadaan alat penangkapan ikan sebanyak 7.500 unit dan bantuan sarana penangkapan ikan sebanyak 750 unit.
KKP juga merealisasikan bantuan benih ikan tawar, payau, dan laut sebanyak 79.163.824 ekor serta calon induk ikan sebanyak 130.248 ekor.
Selain itu, program bioflok telah terealisasi sebanyak 272 unit, bantuan chest freezer sebanyak 220 unit, serta bantuan peralatan pemasaran atau coolbox mencapai 5.170 unit.
Di sisi lain, kampanye Gemarikan (gemar makan ikan) juga telah terealisasi sebanyak 150 kegiatan. Pemerintah juga menyalurkan bantuan ekonomi produktif di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil/terluar sebanyak 47 program.
Sementara di bidang pendidikan, KKP mencatat realisasi pendidikan vokasi untuk 190 anak pelaku utama sektor kelautan dan perikanan.
(wur) Add
source on Google