Bos Daihatsu Ungkap Kondisi Duit Orang RI-Ngefek Gini ke Jualan LCGC

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Rabu, 20/05/2026 15:10 WIB
Foto: Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Sri Agung Handayani (kiri) dalam Konferensi Pers Daihatsu Campaign 2026 di AI DSO Astra Biz Centre, BSD Tangerang, Rabu (20/5/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC) mulai menunjukkan perlambatan pada awal 2026. PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengungkap tekanan daya beli masyarakat masih menjadi tantangan utama, terutama bagi konsumen pembeli mobil pertama.

Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Sri Agung Handayani mengatakan pelemahan pasar LCGC terjadi di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Kelompok first car buyer masih cenderung menahan pembelian kendaraan baru.

"Satu hal yang menjadi challenge kalau kita lihat di sini adalah LCGC. Teman-teman kalau sekilas lihat dari 8% menjadi 13,7% karena sebenarnya consumption dan daya beli belum naik sempurna," ujar Agung dalam Konferensi Pers Daihatsu Campaign 2026 di AI DSO Astra Biz Centre, BSD Tangerang, Rabu (20/5/2026).


LCGC selama ini sangat bergantung pada konsumen yang baru pertama kali membeli mobil. Karena itu, perubahan daya beli masyarakat langsung berdampak terhadap penjualan di kelas kendaraan harga terjangkau tersebut. Meski begitu, penurunan pasar LCGC tidak sepenuhnya terjadi di semua model. Kondisi pasar masih relatif stabil untuk kategori MPV LCGC yang banyak digunakan keluarga muda.

"Jadi ini yang mengakibatkan turun LCGC menjadi 13,7%. Tapi kalau kita lihat GDP tadi naik karena government spending," katanya.

Menurut dia, penjualan LCGC MPV secara bulanan belum banyak berubah dibanding tahun lalu. Rata-rata penjualan masih berada di kisaran 5.600 unit per bulan berdasarkan data retail nasional. Sementara itu, pelemahan justru lebih terlihat pada segmen hatchback LCGC. ADM mencatat penjualan kategori tersebut turun dari sekitar 5.500 unit menjadi 4.500 unit.

Kondisi tersebut menunjukkan konsumen masih sangat berhati-hati dalam melakukan pembelian kendaraan baru. Namun, ia menegaskan pasar mobil murah sebenarnya belum hilang dan masih memiliki permintaan yang cukup besar.

"Kalau LCGC MPV ini kontribusi persentase itu sebulan rata-rata tahun lalu YTD itu 5.600-an," ujar Agung.

Di tengah perlambatan pasar, Daihatsu menyebut sejumlah model andalannya masih mampu mempertahankan penjualan. Model Ayla tetap mencatat angka penjualan stabil meskipun kondisi pasar belum sepenuhnya pulih.

Menurut Agung, penjualan Ayla bersama model kembarannya masih berada di kisaran 2.000 hingga 2.200 unit. Angka tersebut dinilai belum mengalami perubahan signifikan dibanding periode sebelumnya.

"Tapi puji tuhan Ayla dan kita saudara kembar sebenarnya jualannya 2.000, 2.200 nggak berubah ya. Jadi sebenarnya market ini market-nya still there," kata Agung.


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Penjualan Mobil Meledak - Kisah Tragis Presiden Mesir