Punya Badan Ekspor, Prabowo Bakal Dapat Rp2.653 T per Tahun
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto telah resmi mengumumkan pembentukan badan ekspor yang menjadi eksportir tunggal bagi Indonesia.
Pembentukan badan ekspor yang akan diatur dalam Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam itu ia targetkan mampu mencegah kebocoran penerimaan negara selama ini, sehingga mampu memberikan penghasilan US$ 150 miliar per tahun, setara Rp 2.653,92 triliun (kurs Rp 17.692/US$).
"Kita perhitungkan potensi yang bisa diselamatkan dari kebocran itu US$ 150 miliar tiap tahun. Apakah kita mampu atau tidak tergantung keberanian kita, tergantung tekad kita, tergantung kita bekerja sama dengan baik atau tidak," kata Prabowo saat pidato di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Dengan adanya badan ekspor yang dikelola BUMN ini, Prabowo menekankan, seluruh penjualan hasil SDA ke luar negeri, mulai dari minyak kelapa sawit, batu bara, besi, hingga fero alloy, akan terpusat.
"Kita wajibkan harus dilakukan penjualannya melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah RI sebagai pengekspor tunggal, dalam artian setiap hasil ekspor akan diteruskan ke BUMN yang ditunjuk pemerintah kepada pelaku usaha pengelola kegiatan tersebut," tegasnya.
Melalui mekanisme ekspor yang baru ini, Prabowo meyakini seluruh praktik kecurangan bisnis yang membuat kekayaan Indonesia selama 22 tahun lari ke luar negeri dengan nilai US$ 343 miliar atau setara Rp 6.069,04 triliun dapat ditutup, sehingga menopang penguatan penerimaan negara.
Praktik kecurangan yang bisa ditutup dengan kebijakan itu ia sebut di antaranya under invoicing, under accounting, transfer pricing, hingga pelarian devisa hasil ekspor (DHE).
"Saudara-saudara, kebijakan ini akan optimalkan penerimaan pajak dan penerimaan negara atas pengelolaan SDA kita, dengan kebijakan ini kita berharap bahwa penerimaan kita bisa seperti Meksiko, Filipina, dan negara tetanga kita," papar Prabowo.
"Kita tidak mau penerimaan kita paling rendah karena kita tidak berani mengelola milik kita sendiri, milik bangsa kita sendiri," ungkapnya.
(arj/arj) Add
source on Google