Amran Ditelepon Dubes India Minta 500.000 Ton Pupuk-Beri Respons Gini

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Rabu, 20/05/2026 11:40 WIB
Foto: Mentan Amran Sulaiman. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan)/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman mengungkapkan, India menjadi negara terbaru yang mengincar pupuk urea asal Indonesia setelah Australia. Bahkan, pemerintah India disebut langsung meminta pasokan pupuk urea hingga 500 ribu ton.

Hal itu diungkapkannya dalam media briefing di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Amran mengatakan, permintaan itu disampaikan langsung oleh Duta Besar India melalui sambungan telepon kepadanya. Pemerintah pun kini tengah mempertimbangkan ekspor tersebut, melihat sekiranya negara mana yang bisa memberikan penawaran harga terbaik.


"Duta Besar (Dubes) India telepon saya langsung meminta 500 ribu ton. Nanti kita lihat, kita kan mana (yang menawarkan) harga paling menguntungkan. Jadi kalau kita ekspor harga setinggi-tingginya, tapi kalau petani Indonesia harganya turun 20% pupuk, karena disubsidi. Paham ya?" ujar Amran.

Ia memastikan, pemerintah mengupayakan ekspor pupuk itu bisa terealisasi pada tahun ini. Menurutnya, stok pupuk nasional masih dalam kondisi surplus sehingga memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan pasar luar negeri.

"Iya kita upayakan tahun ini (diekspor). Stok kita masih kelebihan, (stok pupuk) kita masih banyak," katanya.

Amran juga mengungkapkan ekspor pupuk Indonesia sebelumnya ke Australia telah berjalan dengan nilai mencapai Rp7 triliun. Bahkan, Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia, Julie Collins disebut langsung menghubunginya beberapa hari lalu terkait kerja sama tersebut.

"Yang pupuk itu kita sudah ekspor kemarin, nilainya sudah berjalan itu Rp7 triliun ke Australia, menteri pertaniannya langsung telepon saya tiga hari lalu, kalau tidak salah pagi-pagi telepon, Julie Collins ya," sebut dia.

Selain India dan Australia, Amran menyebut sejumlah negara lain juga mulai meminta pasokan pupuk dari Indonesia. Negara-negara tersebut antara lain Filipina, Brasil, hingga Pakistan.

"Nah ini saya sudah ekspor, yang minta adalah Filipina, Brasil, Pakistan, India dan masih ada lagi beberapa," kata Amran.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan banyak negara mulai mengalami kepanikan akibat konflik Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz yang berdampak pada distribusi energi dan bahan baku pupuk dunia. Kondisi tersebut membuat sejumlah negara mulai mencari pasokan pupuk dari Indonesia.

"Sekarang sudah terbukti banyak negara yang kesulitan, yang panik karena perang di Timur Tengah. Selat Hormuz ditutup, 20 persen BBM dunia lewat Selat Hormuz," ujar Prabowo saat meresmikan operasionalisasi 1.601 Koperasi Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu lalu (16/5/2026).

Prabowo mengaku mendapat laporan dari Mentan Amran, sejumlah negara mulai meminta pasokan pupuk dari Indonesia. Dia pun menyebut Australia meminta bantuan pembelian 500 ribu ton urea dari Indonesia.

"Australia minta tolong kita. Kita jual ke Australia 500 ribu ton urea," ucap Prabowo.

Tak hanya Australia, Prabowo mengatakan sejumlah negara lain juga mulai meminta pasokan pupuk dari Indonesia, mulai dari Philippines, India, Bangladesh hingga Brasil.

"Filipina minta ke kita, India minta ke kita, Bangladesh minta ke kita, Brasil minta ke kita. Perintah saya, bantu semua," kata Prabowo.

Atas permintaan ini, Prabowo mengatakan pemerintah memutuskan membantu negara-negara tersebut dan menilai posisi Indonesia kini mulai berubah menjadi negara yang mampu memberi bantuan.

"Kita tidak euforia, tidak sombong. Tapi kita sekarang di pihak yang bisa memberi bantuan," tegasnya.


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Jurus Pupuk Indonesia Amankan Stok Pupuk Subsidi Saat Perang