MARKET DATA

Produksi Pupuk RI Melimpah, Australia hingga India Merapat

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
23 April 2026 17:42
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo menyampaikan sambutan dalam acara ESG Sutainability Forum 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026). (CNBC Indonesia Tri Susilo)
Foto: Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo menyampaikan sambutan dalam acara ESG Sutainability Forum 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026). (CNBC Indonesia Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menyebut Indonesia memiliki surplus produksi pupuk dalam negeri. Hal ini kemudian membuat sejumlah negara berminat melakukan impor pupuk dari Indonesia.

‎

‎Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo mengatakan Indonesia akan melakukan ekspor pupuk urea sebanyak 250.000 ton. Kemudian, ada juga minat dari India untuk impor pupuk sebanyak 500 ribu ton.

‎

‎"Pupuk urea yang dihasilkan oleh Pupuk Indonesia telah mengekspor, atau akan mengekspor dalam cukup besar, ya. Misalnya ke Australia 250 ribu ton urea. India juga meminta, ya saya baca, 500 ribu ton, terus ada beberapa negara," kata Hashim, Kamis (23/4/2026).

‎

‎Sebelumnya, pemerintah mengatakan membuka peluang ekspor pupuk urea hingga sekitar 1 juta ton ke sejumlah negara mitra. Brasil menjadi salah satu tujuan utama, bersama India, Filipina, Thailand, hingga Australia, seiring meningkatnya kebutuhan pupuk global di tengah gangguan rantai pasok.

‎

‎"Ke depan, sebagian pupuk urea (Indonesia) akan diekspor ke India, Filipina, Thailand, dan Brasil, dengan total komitmen ekspor mencapai kurang lebih 1 juta ton," kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya, dikutip Rabu (22/4/2026).

‎

‎Rencana ekspor ini didorong oleh kondisi produksi dalam negeri yang surplus. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi urea nasional mencapai 7,8 juta ton, sementara kebutuhan domestik berada di kisaran 6,3 juta ton. Ruang selisih tersebut membuka peluang Indonesia untuk masuk lebih agresif ke pasar internasional.

‎

‎"Sesuai data Menteri Pertanian, total produksi urea nasional adalah sebesar 7,8 juta ton dan kebutuhan dalam negeri sekitar 6,3 juta ton, langkah ini diharapkan tetap menjaga ketahanan pasokan domestik sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia di pasar global," ungkap dia.

‎

‎Teddy mengungkapkan, komitmen ekspor ini juga sempat dibahas dalam komunikasi Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese.

‎

‎"Dalam komunikasi tersebut, PM Albanese menyampaikan apresiasi atas persetujuan Bapak Presiden terkait ekspor pupuk urea Indonesia ke Australia sebesar 250.000 ton pada tahap pertama," ujarnya.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Selat Hormuz Ditutup, Amran Buka-bukaan Nasib Pupuk Urea


Most Popular
Features