Breaking! Defisit APBN Rp164,4 Triliun di Akhir April 2026

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Selasa, 19/05/2026 18:49 WIB
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan pemaparan dalam konferensi pers APBN KiTa di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026). (CNBC Indonesia/Zahwa Madjid)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp 164,4 triliun atau 0.64% dari PDB pada 30 April 2026.

Defisit ini mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya, Rp240,1 triliun. Penurunan ini ditopang oleh penerimaan perpajakan pemerintah yang tumbuh double digit.


Posisi defisit APBN saat ini masih sangat terjaga, terukur, dan sesuai desain APBN 2026. Pembiayaan anggaran juga dikelola secara prudent, efisien, dan fleksibel mengikuti dinamika pasar keuangan.

"Kemarin waktu Maret 0,93%, sekarang kalau 0,64% bulan April..kalau dikali empat setahun kira-kira 1,8% tapi kalau cara analis gak gitu. Ini belum nari-nari," kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dalam konferensi APBN KITA, Selasa (19/5/2026).

Adapun, keseimbangan primer mencatatkan surplus Rp 28 triliun pada akhir April 2026. Realisasi pendapatan negara pada April 2026 tercatat Rp 918,4 triliun atau tumbuh 13,3% ditopang oleh pajak. Pajak tumbuh 16,1% mencapai Rp 646,3 triliun. Purbaya percaya diri pertumbuhan penerimaan perpajakan akan berlanjut hingga mendekati 20% ke depannya.

Sementara itu, belanja pemerintah pusat terakselerasi dengan realisasi mencapai 34,4% dari total anggaran tahun ini. Dengan demikian, realisasi belanja mencapai Rp 1.082 triliun hingga akhir April 2026.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Menkeu Purbaya Rapat Mendadak dengan Pejabat Kemenkeu