Baru 3 Bulan APBN Defisit Rp240 T, Ini Penjelasan Purbaya!
Jakarta, CNBC Indonesia-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Maret 2026 tercatat defisit Rp240,1 triliun atau 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"Itukan defisit membesar kenapa di awal tahun karena kita mempercepat belanja pemerintah," jelas Purbaya dalam konferensi pers, Senin (6/4/2026)
Menurut Purbaya, hal ini bertujuan agar belanja tersebar di sepanjang tahun. Belanja negara sudah terealisasi Rp815 triliun (31,4%). Pemerintah pusat mencairkan Rp610,3 triliun (47,7%) dan transfer ke daerah Rp204,8 triliun (-1,1%).
"Defisit besar itu konsekuensi logis dari kebijakan kita yang mana besar anda tahu, ada beberapa sebenarnya hampir merata tapi yang menonjol ya BGN lah karena memang anggaran besar," terangnya.
Sementara itu, pendapatan negara mencapai Rp 574,9 triliun, tumbuh 10,5% (year on year/yoy). Perpajakan memberikan sumbangan Rp462,7 triliun (14,3%) dengan andil terbesar dari pajak sebesar Rp394,8 triliun (20,7%). Sementara bea cukai Rp67,9 triliun (-12,6%).
PNBP berhasil dikumpulkan sebesar Rp112,1 triliun (-3%) dan hibah Rp100 miliar (2,8%).
Purbaya menambahkan, ke depan pihaknya akan melakukan evaluasi dari waktu ke waktu.
"Saya akan lihat kalau belanja yang ngawur-ngawuran kan pasti ada tuh nanti kita kasih peringatan ke KL terkait dan kalau diteruskan kita bisa kasih peringatan bahwa yang ini gak saya bayar. saya bisa begitu rupanya dan sudah dilakukan di tahun 2025 kemarin," pungkasnya.
(mij/mij) [Gambas:Video CNBC]