MARKET DATA

BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir Tahun, Purbaya: Anggaran Cukup!

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
06 April 2026 14:56
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan Konferensi Pers terkait Kebijakan Transportasi dan BBM di Jakarta, Senin (6/4/2026). (Tangkapan Layar Youtube/PerekonomianRI)
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan Konferensi Pers terkait Kebijakan Transportasi dan BBM di Jakarta, Senin (6/4/2026). (Tangkapan Layar Youtube/PerekonomianRI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa anggaran pemerintah untuk menahan tidak naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi cukup hingga akhir tahun. Maka subsidi BBM akan terus ada dan tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026 ini.

Pubraya menegaskan, bahwa subsidi untuk BBM akan terus diadakan sampai akhir tahun. Nilai subsidi ini terus disesuaikan dengan harga minyak mentah dunia hingga US$ 100 barel sampai akhir tahun ini.

"Dengan exercise lain, pemotongan sana sini dan penghematan sana sini, kita bisa pastikan defisit masih di sekitar 2.9%. Ingin menegaskan lagi harga BBM subsidi tidak akan naik sampai akhir tahun dan anggaran saya cukup," terang Purbaya dalam Konfrensi Pers (6/4/2026).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM jenis BBM subsidi seperti RON 90 Pertalite dan juga Solar Subsidi sampai Desember 2026.

Ditahannya harga BBM subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat seperti yang diumumkan 31 Maret 2026 lalu.

"Pemerintah dan Pertamina memutuskan tidak menaikkan harga BBM bersubdi Pertalite dan solar. Nanti pak Menkeu (Purbaya Yudhi Sadewa) menjelaskan selama harga minyak tidak lebih dari US$ 97 average, harga BBM ini bisa kita pertahankan sampai Desember 2026," jelas Airlangga dalam Konfrensi Pers, Senin (6/4/2026).

Sebagaimana diketahui sebelumnya, tak hanya BBM subsidi, pemerintah juga menahan harga BBM non subsidi atau Pertamax Cs per 1 April 2026 kemarin. Mengenai itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan sedang membahas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Non subsidi baik dengan PT Pertamina (Persero) dan juga badan usaha swasta.

"Menyangkut dengan harga BBM non-subsidi, kita lagi melakukan pembahasan. Nah pembahasan ini sudah tentu melibatkan juga adalah badan swasta lainnya, dan sampai dengan sekarang kita lagi mengatur dan mencari formulasi yang baik dan bijaksana," terang Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Senin (6/4/2026).

Sayangnya Menteri Bahlil belum bisa menegaskan kapan pembahasan akan selesai. Yang terang, ia berjanji akan mengumumkan hasil dari pembahasan dari harga BBM non subsidi tersebut.

"Nah tunggu sampai selesai, saya akan kabari. Yang jelas bahwa pemerintah sangat memahami kondisi yang hari ini masyarakat yang ada di tengah-tengah masyarakat. Baik itu yang untuk subsidi maupun non-subsidi, ya," tegas Bahlil.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Harga BBM Terbaru di Seluruh SPBU RI, Berlaku 10 November


Most Popular
Features