MARKET DATA

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Dijadwalkan Bakal Naik Haji

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
19 May 2026 16:42
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat menyampaikan keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)
Foto: (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dijadwalkan akan berangkat ke Tanah Suci Makkah untuk menunaikan ibadah Haji dalam waktu dekat ini. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika, Selasa (19/5/2026).

Pada hari ini, Kementerian ESDM melaksanakan rapat internal untuk memastikan program kerja kementerian tetap berjalan selama masa ibadah haji yang akan dijalani oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Ahmad Erani bilang, rapat tersebut ini bertujuan agar target kementerian tetap terjaga selama ditinggal sementara oleh pimpinan.

"Pak menteri mau haji, karena mau haji ditinggal konsolidasi program yang harus dijalankan, eksekusinya dipercepat, kita punya program banyak, ABT (Anggaran Belanja Tambahan), anggaran biaya (belanja) tambahan sudah keluar dari kementerian keuangan," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Erani menyebutkan, pihaknya mendapatkan tambahan fiskal melalui ABT tahun anggaran 2026 sebesar Rp 14 triliun. Dana tersebut diprioritaskan untuk membiayai infrastruktur energi dasar, mulai dari jaringan gas rumah tangga (jargas), pembangunan pipa transmisi, hingga listrik pedesaan (lisdes).

"Program kita itu, bikin Listrik Desa (lisdes), kemudian jaringan gas (jargas), tipe transmisi, yang gede-gede kan itu kan. Iya, khususnya itu kan, yang paling penting kan. Karena tahun 2029 harus beres, semua harus, rakyat harus teraliri listrik," kata Erani.

Selain itu, pemerintah juga terus memantau pencapaian target penerimaan negara melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta realisasi produksi minyak mentah atau lifting.

Erani memastikan pelemahan rupiah dan kenaikan harga minyak dunia (Indonesia Crude Price/ICP) yang terjadi saat ini, telah dibahas di tingkat kepresidenan sehingga kementerian fokus pada capaian target sektoral.

"Menjaga supaya target-targetnya kementerian itu tercapai kan. Ada target PNBP, target lifting, target bauran energi, yang semacam itu. Kita membahasnya di program-program yang menjadi prioritas," tandasnya.

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bahlil Bakal Tambah Proyek Hilirisasi Baru, Ini Bocoran dari Satgas


Most Popular
Features