Bahlil Pastikan RI Tak Impor Gas Sepanjang Tahun 2025
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa Indonesia tidak melakukan impor gas bumi sepanjang tahun 2025. Meskipun, pada awal tahun lalu, Indonesia sempat berencana untuk mengimpor gas bumi.
Bahlil menyebutkan bahwa sejatinya Indonesia berencana untuk impor Liquefied Natural Gas (LNG) sebanyak 40 kargo di awal tahun 2025. Namun produksi dalam negeri nyatanya mumpuni untuk memenuhi kebutuhan Tanah Air.
"Saya bersyukur kinerja SKK Migas, Dirjen Migas, bahwa sekalipun awal tahun terjadi dinamika tinggi untuk ada keinginan impor kurang lebih 40 kargo LNG di awal tahun, tapi berkat kerja keras kita semua, di tahun 2025 tidak ada kita melakukan impor gas," ujar Bahlil dalam Konferensi Pers di Kantor Kementerian ESDM, Kamis (8/12/2025).
Adapun, seluruh kebutuhan gas saat ini dipenuhi dari hasil produksi dalam negeri tanpa bantuan pasokan luar. Mengingat, karakteristik gas berbeda dengan minyak, terutama dari sisi keterbatasan kapasitas penyimpanan.
"Jadi seluruh produksi kita sebagian kita pakai untuk dalam negeri, sebagian kita ekspor. Karena kalau gas itu supply demand harus sama karena storage-nya gak sebesar minyak," imbuhnya.
Sepanjang 2025, capaian lifting gas bumi mencapai 951,8 MBOEPD. Hal itu tercatat masih di bawah target yang ditetapkan APBN 2025 sebesar 1.005 MBOEPD.
Rinciannya, pemanfaatan gas bumi nasional sepanjang 2025 didominasi untuk kebutuhan dalam negeri. Mayoritas gas bumi Indonesia dialokasikan untuk konsumsi domestik, khususnya untuk mendukung program hilirisasi industri.
"Kemudian ini pemanfaatan gas yang tadi, nah ini gas dari total produksi kita 31% kita ekspor, 69% untuk konsumsi domestik. Dari 69% itu hilirisasinya 37%," tandasnya.
(pgr/pgr)[Gambas:Video CNBC]