RI-Rusia Kian Lengket, Airlangga Teken Rencana Kerja Sama Energi-Sains
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Federasi Rusia menandatangani Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 Indonesia-Rusia Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik pada Selasa (12/5) di Kazan, Rusia.
Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mewakili Pemerintah RI dan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov mewakili Pemerintah Federasi Rusia.
Menko Airlangga menyampaikan bahwa penandatanganan Agreed Minutes SKB ke-14 Indonesia - Rusia mencerminkan komitmen kedua negara untuk terus memperkuat dan menindaklanjuti kerja sama bilateral di berbagai bidang prioritas, sejalan dengan arahan Pemimpin kedua negara dalam mendorong penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Rusia.
"Dokumen ini menjadi acuan penting bagi kedua negara dalam melanjutkan dan memperkuat implementasi kerja sama pada berbagai sektor prioritas serta memetakan berbagai potensi yang selama ini belum dikembangkan dengan baik," ujar Menko Airlangga.
Mengutip siaran pers Kemenko Perekonomian, Agreed Minutes merupakan dokumen bersama yang memuat perkembangan atas pelaksanaan kerja sama bilateral, kesepahaman yang telah dicapai dalam SKB, serta arah tindak lanjut kerja sama di berbagai sektor prioritas. Dokumen ini menjadi acuan penting untuk memastikan kesinambungan implementasi hasil-hasil pembahasan kedua negara secara lebih terarah dan konkret.
Substansi Agreed Minutes mencakup penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis, antara lain perdagangan dan investasi, energi terbarukan, pertanian dan perikanan, industri, transportasi dan konstruksi, pendidikan tinggi dan sains, kesehatan, pariwisata, budaya, pengembangan digital dan media massa, olahraga, geologi dan pemanfaatan sumber daya mineral, serta pengelolaan sampah padat perkotaan.
Melalui penandatanganan ini, Indonesia dan Rusia menegaskan kembali komitmen bersama untuk terus memperkuat kemitraan bilateral yang saling menguntungkan kedua negara, dan selaras dengan prioritas pembangunan nasional di masing-masing negara.
(haa/haa) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]